- Pengamat Ray Rangkuti menyatakan dinasti politik saat ini beradaptasi menggunakan metode yang lebih halus daripada era Orde Baru.
- Ray menyoroti dominasi keluarga Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai posisi strategis di struktur pemerintahan dan lembaga keuangan negara.
- Upaya memanipulasi definisi dinasti politik dianggap sebagai strategi untuk melegitimasi posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden saat ini.
Suara.com - Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai praktik dinasti politik dan nepotisme di era sekarang tidak benar-benar hilang, melainkan hanya mengalami adaptasi metode.
Ia menyebut para penguasa kini lebih "main cantik" dalam menempatkan anggota keluarga di posisi strategis guna menghindari kesan vulgar seperti era Orde Baru.
Merespons pandangan bahwa keluarga Presiden Prabowo Subianto tidak terlalu menonjol di dunia bisnis, Ray justru menyoroti dominasi keluarga tersebut di panggung politik.
Ia mengingatkan publik untuk melihat peran keponakan-keponakan Prabowo di struktur pemerintahan.
"Saya tidak tahu persis soal ekonominya, tapi soal politiknya berapa banyak keluarga Pak Prabowo yang masuk dalam dunia politik? Keponakannya, lihat Hasyim aja pegang berapa peranan banyak tuh ya," ujar Ray Rangkuti dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Minggu (31/5/2026).
Ia mencontohkan penempatan kerabat dekat dalam posisi penting di lembaga keuangan negara sebagai bukti bahwa pola tersebut tetap berjalan.
"Tapi di dunia politiknya ponakan Pak Prabowo berapa? Yang terakhir yang wakil bank gubernur BI kan itu juga ponakan Pak Prabowo," tambahnya.
Menurut Ray, perbedaan cara pandang masyarakat seringkali terjadi karena pola yang digunakan saat ini sudah beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ia mengibaratkan hal ini dengan gaya permainan sepak bola yang dimodifikasi namun tetap bertujuan mencetak gol yang sama.
Baca Juga: Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
“Makanya jangan Anda lihat jumlahnya karena itu beradaptasi dengan zamannya beda ya. Isinya itu sama tapi permainannya sama, ccuman ya cara giring bolanya ya kan cara mencetak golnya itu bisa dimodifikasi gitu loh," jelasnya.
Lebih jauh, Ray memberikan kritik tajam terhadap fenomena terpilihnya Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, sebagai Wakil Presiden. Ia menilai ada upaya sistematis dari para pendukung untuk mengubah definisi "dinasti politik" demi melegitimasi posisi putra sulung mantan Presiden Jokowi tersebut.
"Gibran sebagai wapres. Lalu apa yang dilakukan? Diubah definisinya oleh mereka yang mendukung Gibran bahwa yang disebut dengan dinasti itu harus ditunjuk langsung. Tapi kalau melalui pemilu itu enggak disebut dengan dinasti. Anda tinggal ubah definisinya. Tapi kan perilakunya sama," tegasnya.
Bagi Ray, inti dari dinasti politik tetaplah sama, yakni keluarga penguasa yang ikut berkuasa di saat yang bersamaan.
Upaya mempersempit definisi dinasti hanya pada proses penunjukan langsung dianggap sebagai cara untuk mencuci tangan dari tanggung jawab moral.
"Apa perilaku yang sama? keluarga Anda berkuasa sejak sewaktu Anda sedang berkuasa juga, yang secara umum itulah yang disebut dengan dinasti politik. Lalu itu dipersempit oleh mereka yang dukung Gibran. ‘Ya, kalau dipilih langsung kan bukan bukan dinasti, gitu loh kira-kira," ungkap Ray. (Reporter: Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris