- Uceng tegaskan forum dengan Natalius Pigai ajang tagih akuntabilitas kinerja HAM.
- Guru Besar UGM desak Menteri HAM berikan pertanggungjawaban publik soal penegakan HAM.
- Zainal Arifin Mochtar ingin tagih janji pemerintah melalui diskusi terbuka dengan Pigai.
Suara.com - Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, menegaskan bahwa rencana forum bersama Menteri HAM Natalius Pigai bukanlah ajang debat semata. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai ruang untuk menagih akuntabilitas kinerja penegakan HAM pemerintah dalam dua tahun terakhir.
Rencana pertemuan antara pria yang akrab disapa Uceng dengan Menteri HAM Natalius Pigai ini bermula dari aksi saling balas cuitan di media sosial X terkait klaim pemahaman dan praktik penegakan HAM di Indonesia. Uceng menilai catatan penegakan HAM di tanah air belakangan ini memburuk dan perlu dijelaskan secara transparan kepada publik.
"Lagipula menurut saya ini bukan debat. Catatan penegakan HAM Republik ini agak buruk dan berantakan sekali dalam dua tahun belakangan," ujar Uceng saat ditemui di Fakultas Hukum UGM, Jumat (27/2/2026).
"Menurut saya bagus jika beliau (Pigai) bersedia datang, supaya forum ini menjadi semacam pertanggungjawaban terhadap hasil kerjanya," tambahnya.
Dosen Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM ini berharap diskusi tersebut menjadi ruang akuntabilitas nyata, bukan sekadar perdebatan konseptual sebagaimana lazimnya diskursus di lingkungan akademik.
"Saya berharap ini bukan debat teoretis. Kalau urusan teori, biarkan di kampus saja," ucapnya.
Uceng mengungkapkan bahwa selama ini ia cenderung menolak undangan debat di berbagai forum televisi. Namun kali ini, ia merasa perlu mengambil peran guna memastikan penanganan berbagai isu HAM tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat luas. Menurutnya, publik sudah jenuh dengan jargon-jargon normatif yang kerap dilontarkan para pemangku kebijakan.
"Publik harus diajari bahwa dalam demokrasi, seorang pejabat publik itu tidak boleh menjawab kritik hanya dengan jargon," tegasnya.
Ia menilai dalam sistem demokrasi, pejabat tidak boleh berlindung di balik kalimat-kalimat penenang tanpa bukti implementasi yang nyata.
Baca Juga: Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV
"Kalimat seperti 'negara pasti melakukan yang terbaik' itu jargon masa kampanye. Yang paling penting sebenarnya adalah apa yang telah dilakukan selama dua tahun masa kerja ini," imbuh Uceng.
Uceng bahkan menyatakan kesediaannya hadir sebagai bentuk komitmen pribadi untuk menagih tanggung jawab pemerintah.
"Saya mewakafkan waktu saya untuk menagih itu. Saya sebenarnya tidak suka debat, tapi lelah jika hanya beradu argumen di Twitter (X), jadi lebih baik langsung saja," tandasnya.
Terkait lokasi dan penyelenggara, Uceng mengungkapkan banyak tawaran yang masuk, mulai dari stasiun televisi hingga platform digital dan pusat studi. Ia membuka kemungkinan forum tersebut digelar di mana saja, dengan syarat disiarkan secara terbuka dan dapat diakses luas oleh publik.
Hingga saat ini, Uceng mengaku belum menerima undangan formal dari Kementerian HAM maupun respons resmi dari Natalius Pigai terkait teknis penyelenggaraan forum tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok
-
Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?
-
Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal
-
Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional