- Departemen Luar Negeri AS mengizinkan pegawai non-esensial meninggalkan Israel karena risiko keamanan meningkat akibat ancaman serangan militer ke Iran.
- Staf AS di Israel diinstruksikan membatasi perjalanan ke lokasi berisiko tinggi, seperti Yerusalem Kota Tua dan Tepi Barat, terhitung Jumat (27/2/2026).
- Keputusan evakuasi ini mencerminkan ketegangan kawasan, meskipun Trump mengklaim tetap memprioritaskan solusi diplomatik terhadap program nuklir Iran.
Situasi ini menempatkan Amerika Serikat pada posisi yang sulit: menjaga dominasi di Timur Tengah atau mempertahankan kesiapan tempur di Pasifik.
Di tengah persiapan opsi militer, Presiden Donald Trump tetap mengeklaim bahwa dirinya lebih mengedepankan solusi diplomatik untuk meredam ambisi nuklir Teheran.
Namun, pernyataan Trump tetap bernada keras dan tidak menunjukkan ruang kompromi bagi Iran dalam hal pengembangan senjata pemusnah massal.
Dalam pidato State of the Union yang disampaikan Selasa lalu, Trump menegaskan posisi Amerika Serikat di hadapan komunitas internasional. Ia menyebut bahwa meskipun perdamaian adalah prioritas, Amerika Serikat tidak akan ragu bertindak jika keamanan dunia terancam oleh aktivitas nuklir Iran.
"My preference is to solve this problem through diplomacy, but one thing is certain: I will never allow the world’s No. 1 sponsor of terror — which they are by far— to have a nuclear weapon," tegas Trump dalam pidatonya tersebut.
Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan komentar tambahan terkait durasi izin evakuasi ini.
Sementara, politikus Israel dan mantan komandan Komando Selatan dalam Pasukan Pertahanan Israel, Yoav Galant dalam cuitan pada Jumat (27/2/2026) menyatakan,"Beberapa minggu mendatang akan membentuk dekade-dekade mendatang di Timur Tengah."
Berita Terkait
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD
-
Luis Enrique Akui PSG Dibuat Menderita Meski Lolos ke 16 Besar Liga Champions
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?