- Rupiah melemah pada pembukaan Jumat, 27 Februari 2026, mencapai level Rp16.781 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS setelah data pekerjaan dan manufaktur yang membaik.
- Investor juga mencermati dampak potensi perundingan Amerika Serikat dan Iran yang belum menghasilkan kesepakatan.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik melemah pada pembukaan, Jumat, 27 Februari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka ke level Rp 16.781 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah pun melemah 0,13 persen dibanding penutupan pada Kamis (26/2/2026) yang berada di level Rp 16.759 per dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.758 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan dolar AS mulai perkasa kembali.
"Rupiah diperkirakan datar dengan potensi melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah data manufaktur dan pekerjaan yang lebih baik," katanya saat dihubungi Suara.com.
Lukman melanjutkan, investor pun masih wait and see dikarenakan rencana kesepakatan yang bakal dilakukan Amerika dan Iran. Hal ini tentu bakal menekan rupiah.
"Investor masih mencernai hasil perundingan AS-Iran yang tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Range Rp 16.700 - Rp 16.800," jelasnya.
Sementara itu, mata uang Asia juga mengalami pelemahan. Salah satunya yuan offshore China dan yuan China yang melemah sekitar 0,15 persen, diikuti baht Thailand susut 0,16 persen.
Pelemahan paling tajam terjadi pada won Korea Selatan yang terperosok hingga 0,4 persen menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan hari ini.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Naik, Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat pada Kamis
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM