- Iran mengumumkan akan melancarkan serangan balasan dahsyat terhadap Israel dan AS, menyusul serangan udara gabungan pada Sabtu pagi (28/2/2026).
- Serangan gabungan AS-Israel menyasar beberapa kota besar Iran, termasuk Teheran, merusak infrastruktur strategis dekat kantor Ayatollah Khamenei.
- Target balasan potensial Iran mencakup kota-kota Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk, meski waktu serangan dirahasiakan.
Teheran memiliki kemampuan untuk menjangkau berbagai pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Teluk dan sekitarnya.
Pangkalan-pangkalan di Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, hingga Yordania kini berada dalam status siaga tertinggi.
Selain pangkalan darat, kehadiran kapal induk AS USS Abraham Lincoln yang sedang beroperasi di perairan Timur Tengah juga menjadi target potensial bagi unit rudal anti-kapal milik Iran.
Namun, serangan terhadap pangkalan AS di negara-negara tetangga membawa risiko diplomatik yang sangat tinggi.
Serangan semacam itu bisa dianggap sebagai agresi terhadap negara tuan rumah, yang berpotensi memicu konflik multi-nasional yang melibatkan negara-negara Arab di kawasan tersebut.
Rincian Serangan Gabungan AS-Israel
Serangan pada Sabtu pagi itu sendiri dilaporkan terjadi secara sporadis namun terkoordinasi dengan sangat rapi.
Ledakan besar mengguncang kota-kota utama seperti Kermanshah, Lorestan, Tabriz, Isfahan, hingga Karaj.
Al Jazeera melaporkan bahwa rudal-rudal menghantam beberapa jalan protokol dan infrastruktur strategis di Teheran.
Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Berdasarkan laporan Associated Press, beberapa ledakan terdengar sangat dekat dengan kompleks kantor Ayatollah Ali Khamenei.
Selain itu, area Seyyed Khandan di utara Teheran juga dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat hantaman proyektil.
AS Akui Serang Iran
Pejabat militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa operasi ini adalah kerja sama penuh antara Israel dan Pentagon.
Operasi besar-besaran ini melibatkan pengerahan pesawat tempur dalam jumlah besar serta dukungan dari dua kapal induk AS yang bersiaga di kawasan tersebut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan langkah antisipasi.
"Negara Israel meluncurkan serangan pre-emptive terhadap Iran untuk menghapus ancaman terhadap Negara Israel," tegas Katz dalam pernyataan resminya.
Ia juga menambahkan, "Sebagai hasilnya, serangan rudal dan drone terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat."
Israel dalam Status Siaga Satu
Di dalam negeri Israel, kepanikan mulai terasa saat raungan sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai wilayah tak lama setelah operasi di Iran dimulai.
Pemerintah Israel meminta warganya untuk tetap waspada dan segera menuju tempat perlindungan, mengingat trauma serangan rudal besar pada pertengahan tahun 2025 lalu masih membekas di ingatan publik.
Otoritas penerbangan sipil Israel telah mengambil langkah ekstrem dengan menutup seluruh wilayah udara bagi penerbangan komersial dan penumpang.
Warga dilarang keras mendekati area bandara demi alasan keselamatan. Di saat yang sama, rumah-rumah sakit di seluruh Israel telah memindahkan pasien mereka ke bangsal bawah tanah untuk mengantisipasi hantaman rudal balistik Iran yang bisa terjadi kapan saja.
Berita Terkait
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Menhan AS Ancam Penantang Washington: Akan Bayar Harga Mahal!
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas