News / Nasional
Senin, 02 Maret 2026 | 10:07 WIB
Seorang pekerja menata bahan makanan yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. [Ist]
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI jamin stok pangan aman meski krisis geopolitik global memanas.
  • Stok beras Jakarta tembus 136 ribu ton jelang Ramadan dan Idulfitri.
  • Elisabeth Ratu imbau warga tidak panik beli karena pangan tersedia melimpah.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat tetap terjaga melimpah, meskipun situasi geopolitik global sedang memanas. Kepastian ini merespons kekhawatiran publik atas eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memicu gejolak harga komoditas internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menegaskan bahwa seluruh komoditas strategis saat ini dalam status aman.

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai, di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ujar Elisabeth dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Pemprov DKI telah merampungkan proyeksi mendetail kebutuhan pangan guna menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Lonjakan konsumsi diprediksi terjadi pada komoditas telur ayam sebesar 7,5 persen, diikuti oleh daging sapi serta bawang putih.

Menjelang Lebaran pada periode Maret ini, kenaikan permintaan paling signifikan diperkirakan mencapai 17 persen untuk telur ayam, serta di atas 10 persen untuk daging ayam dan bawang merah. Meski demikian, stok beras di ibu kota saat ini tercatat melampaui 136 ribu ton, jauh di atas kebutuhan bulanan rata-rata sebesar 78 ribu ton.

"Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," tambah Elisabeth.

Guna menjaga kelancaran distribusi hingga ke pasar tradisional, Pemprov DKI telah memperkuat sinergi dengan BUMD pangan serta para distributor utama. Selain itu, tim di lapangan akan melakukan pengawasan intensif terhadap pergerakan harga untuk mencegah praktik spekulasi.

"Kami mengintensifkan pemantauan harga di lapangan. Jika ditemukan kenaikan yang tidak wajar, kami segera melakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan BUMD," jelasnya.

Elisabeth pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Ia memastikan seluruh ketersediaan bahan pokok tetap terkendali dengan baik.

Baca Juga: Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan di Bulan Ramadan

"Komitmen kami adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idulfitri dengan nyaman," pungkasnya.

Load More