- Pemprov DKI jamin stok pangan aman meski krisis geopolitik global memanas.
- Stok beras Jakarta tembus 136 ribu ton jelang Ramadan dan Idulfitri.
- Elisabeth Ratu imbau warga tidak panik beli karena pangan tersedia melimpah.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat tetap terjaga melimpah, meskipun situasi geopolitik global sedang memanas. Kepastian ini merespons kekhawatiran publik atas eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memicu gejolak harga komoditas internasional.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menegaskan bahwa seluruh komoditas strategis saat ini dalam status aman.
"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai, di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ujar Elisabeth dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Pemprov DKI telah merampungkan proyeksi mendetail kebutuhan pangan guna menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Lonjakan konsumsi diprediksi terjadi pada komoditas telur ayam sebesar 7,5 persen, diikuti oleh daging sapi serta bawang putih.
Menjelang Lebaran pada periode Maret ini, kenaikan permintaan paling signifikan diperkirakan mencapai 17 persen untuk telur ayam, serta di atas 10 persen untuk daging ayam dan bawang merah. Meski demikian, stok beras di ibu kota saat ini tercatat melampaui 136 ribu ton, jauh di atas kebutuhan bulanan rata-rata sebesar 78 ribu ton.
"Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," tambah Elisabeth.
Guna menjaga kelancaran distribusi hingga ke pasar tradisional, Pemprov DKI telah memperkuat sinergi dengan BUMD pangan serta para distributor utama. Selain itu, tim di lapangan akan melakukan pengawasan intensif terhadap pergerakan harga untuk mencegah praktik spekulasi.
"Kami mengintensifkan pemantauan harga di lapangan. Jika ditemukan kenaikan yang tidak wajar, kami segera melakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan BUMD," jelasnya.
Elisabeth pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Ia memastikan seluruh ketersediaan bahan pokok tetap terkendali dengan baik.
Baca Juga: Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan di Bulan Ramadan
"Komitmen kami adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idulfitri dengan nyaman," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?
-
Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal
-
Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?