- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat akibat serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
- Putra keduanya, Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, muncul kandidat kuat suksesi karena pengaruhnya di militer dan Garda Revolusi.
- Mojtaba memiliki reputasi garis keras, pernah disanksi AS, dan tantangan suksesi muncul karena ia bukan Ayatollah.
Suara.com - Dunia internasional kini tengah menahan napas. Pasca-wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2/2026), konstelasi politik Timur Tengah berada di ambang ketidakpastian.
Pertanyaan terbesar yang kini membayangi Republik Islam tersebut adalah: siapa yang akan menduduki takhta tertinggi di Teheran?
Di tengah kekosongan kekuasaan dan bayang-bayang perang terbuka, satu nama mencuat sebagai kandidat terkuat: Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Ali Khamenei.
Meski nyaris tak pernah tampil di depan publik dan tidak memegang jabatan resmi pemerintahan, banyak pengamat intelijen dan politik Timur Tengah menyebutnya sebagai “penguasa bayangan” yang selama ini mengendalikan denyut nadi negara dari balik layar.
Profil Mojtaba Khamenei: “Raja Tanpa Mahkota” di Balik Layar Teheran
Lahir di kota suci Mashhad pada 8 September 1969, Mojtaba tumbuh besar dalam pusaran Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Shah Iran.
Kehidupannya dibentuk oleh sistem teokrasi dan ideologi perlawanan yang diusung ayahnya.
Meski tidak masuk dalam struktur formal pemerintahan, Mojtaba diyakini telah lama mengambil peran penting dalam manajemen harian kantor kepemimpinan ayahnya. Ia disebut sebagai “penjaga gerbang” utama menuju Ali Khamenei.
Hampir seluruh keputusan strategis—mulai dari politik domestik, keamanan nasional, hingga penunjukan pejabat intelijen—disebut harus melewati lingkar pengaruhnya.
Baca Juga: Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan
Karena peran vitalnya yang tertutup, analis Barat menjulukinya sebagai “Raja tanpa mahkota.”
Akar Kuat di Militer dan Garda Revolusi (IRGC)
Kekuatan Mojtaba tidak hanya bertumpu pada otoritas agama. Ia terjun langsung ke medan perang saat Perang Iran-Irak (1980–1988) dan bergabung dengan milisi Basij.
Pengalaman tersebut membentuk karakter militannya sekaligus mempererat hubungan dengan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Mojtaba diketahui memiliki relasi kuat dengan Pasukan Quds, unit elit yang mengelola operasi luar negeri Iran. Ia disebut terlibat dalam diskursus strategis kebijakan proksi Iran di Lebanon, Suriah, Yaman, hingga Palestina.
Kedekatannya dengan mendiang Qassem Soleimani menjadikannya figur yang disegani di kalangan militer. Dukungan faksi IRGC dinilai bisa menjadi faktor penentu dalam proses suksesi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Rilis Oktober, Prekuel Friday the 13th Pamerkan Teaser Perdana
-
IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan
-
Ngeri! Foto Korban Dimanipulasi AI Jadi Konten Pornografi, Pelaku Ditangkap
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur, Jakarta - Bali Hanya Sekali Isi Bensin
-
Tak Hanya Salurkan KUR, Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Outlet Bank hingga Penyalur Bansos
-
Ulasan Kick Kick Kick Kick: Sebuah Komedi tentang Absurditas Kegagalan
-
Piala Dunia Bikin Berkah, Kadin Ungkap Perputaran Ekonomi Tembus Rp5,03 Triliun
-
S&P Puji Danantara, Pandu Sjahrir Akui Kinerja Masih Perlu Dibenahi
-
Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?
-
Bolehkah Ngecas HP Semalaman Ditinggal Tidur? Simak Mitos dan Faktanya Biar Baterai Nggak Cepat Soak