- Menlu China dan Rusia mengecam serangan AS-Israel di Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi serta ratusan warga sipil.
- China menuntut penghentian operasi militer, penolakan tindakan sepihak, dan desakan untuk segera kembali ke perundingan damai.
- Akibat serangan tersebut, Beijing mengatur evakuasi darurat bagi warga negara China yang terdampar di wilayah Iran.
Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel menghantam Iran. Merespons situasi yang kian tak terkendali, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggelar pembicaraan darurat via telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Minggu (1/3).
Kedua kekuatan besar ini sepakat menyuarakan kecaman keras atas serangan yang telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran dan ratusan warga sipil tersebut.
"Wang Yi menyatakan bahwa atas dorongan China dan Rusia, Dewan Keamanan PBB kemarin telah menggelar pertemuan darurat terkait situasi Iran saat ini. China secara konsisten berpendapat bahwa tujuan dan prinsip Piagam PBB harus dipatuhi serta menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional," tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China.
Pembunuhan Pemimpin Berdaulat Tak Bisa Diterima
Menurut Wang Yi, agresi militer yang dilakukan AS dan Israel di tengah proses negosiasi nuklir adalah langkah yang mencederai diplomasi global. Ia mengecam keras upaya penggulingan rezim melalui kekuatan militer.
"Pembunuhan secara terang-terangan terhadap pemimpin satu negara berdaulat serta dorongan terhadap perubahan rezim juga tidak dapat diterima. Tindakan-tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional," tegas Wang Yi.
Wang Yi memperingatkan bahwa saat ini kawasan Teluk Persia berada di ambang kehancuran total. "China menyatakan keprihatinan yang sangat serius atas perkembangan tersebut," ungkapnya.
Tiga Sikap Tegas China
Dalam pembicaraan tersebut, Wang Yi menegaskan tiga poin utama posisi Beijing terhadap krisis di Iran:
Baca Juga: Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan
1. Hentikan Operasi Militer Segera:
"Mencegah meluasnya perang dan dampak lanjutannya serta menghindari situasi berkembang menjadi tidak terkendali. China menghargai keamanan negara-negara Teluk dan mendukung agar mereka tetap bersikap menahan diri," tambah Wang Yi.
2. Kembali ke Meja Perundingan:
"Semua pihak harus secara aktif mendorong perdamaian dan penghentian konflik, serta mendesak pihak terkait untuk segera kembali ke meja perundingan," ujarnya.
3. Tolak Tindakan Sepihak:
Wang Yi menilai penggunaan kekuatan militer tanpa restu PBB telah merusak tatanan dunia yang dibangun pasca-Perang Dunia II. "Komunitas internasional harus menyampaikan sikap yang jelas dan tegas untuk menolak dunia kembali pada hukum rimba," tegasnya lagi.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan
-
Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?
-
Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi
-
Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur, Jakarta - Bali Hanya Sekali Isi Bensin
-
Tak Hanya Salurkan KUR, Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Outlet Bank hingga Penyalur Bansos
-
Ulasan Kick Kick Kick Kick: Sebuah Komedi tentang Absurditas Kegagalan
-
Piala Dunia Bikin Berkah, Kadin Ungkap Perputaran Ekonomi Tembus Rp5,03 Triliun
-
S&P Puji Danantara, Pandu Sjahrir Akui Kinerja Masih Perlu Dibenahi
-
Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?
-
Bolehkah Ngecas HP Semalaman Ditinggal Tidur? Simak Mitos dan Faktanya Biar Baterai Nggak Cepat Soak
-
Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP
-
4 Parfum Mykonos Wangi Vanila yang Dinilai Tahan Lama dalam Review Pembeli
-
3 Rekomendasi HP dengan Kamera Terbaik 200MP Rp3 Jutaan 2026, Ada Fitur AI hingga OIS