- Saluran irigasi sepanjang 125 meter di Deli Serdang longsor, mengganggu 140 hektare sawah irigasi di Kecamatan Namo Rambe.
- Anggota DPR RI Yasonna Laoly meninjau lokasi setelah GP3A mengeluhkan minimnya perawatan infrastruktur irigasi selama 17 tahun.
- Longsor ini berpotensi menurunkan produksi padi signifikan dan mengancam kesejahteraan petani akibat kendala anggaran.
Suara.com - Saluran irigasi persawahan sepanjang 125 meter di Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang, mengalami longsor dan mengganggu jadwal tanam petani. Kerusakan tersebut terjadi di jalur irigasi yang melintasi Desa Namolandur dan Kita Tengah, Minggu (1/3/2026).
Anggota DPR RI, Yasonna Laoly, melakukan kunjungan pengawasan ke wilayah pertanian tersebut setelah menerima laporan dari Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Kecamatan Namo Rambe.
Berdasarkan keterangan Ketua GP3A Kecamatan Namo Rambe, Joseph Guru Singa, didampingi Sekretaris Tamunta Ginting, saluran irigasi di wilayah itu terakhir kali mendapatkan perawatan sekitar 17 tahun lalu.
Aspirasi perbaikan dan pemeliharaan telah beberapa kali diusulkan dalam Musrenbang, namun selalu terkendala alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Longsornya saluran irigasi tersebut berdampak pada 140 hektare lahan persawahan dari total 720 hektare sawah irigasi di Kecamatan Namo Rambe. Para petani khawatir jika perbaikan tidak segera dilakukan, produksi padi akan terganggu dan bahkan terancam berhenti.
“Kami sangat berharap perhatian dari pemerintah provinsi maupun pusat. Longsornya irigasi sangat mengganggu kegiatan kami sebagai petani. Pemilik lahan di sekitar aliran juga sudah memberi peringatan, jika tidak ada perbaikan mereka akan menutup jalur irigasi dan mengalihfungsikan lahan karena khawatir longsor terus berlanjut,” ujar Joseph.
Menanggapi keluhan tersebut, Yasonna menyayangkan minimnya alokasi anggaran untuk sektor pertanian, khususnya pemeliharaan infrastruktur irigasi yang dinilai sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan, dari 140 hektare sawah terdampak, potensi produksi bisa mencapai 1.440 ton padi dengan asumsi 8 ton per hektare. Jika pemeliharaan irigasi tidak segera dilakukan dan berdampak pada seluruh 720 hektare sawah irigasi di Namo Rambe, maka potensi kehilangan produksi bisa mencapai 5.760 ton padi.
“Ini bukan angka kecil. Jika produksi terus menurun, kita bisa semakin bergantung pada impor pangan dan di sisi lain kesejahteraan petani ikut terpuruk karena kehilangan mata pencaharian,” tegasnya.
Baca Juga: Buku Berburu Rente: Potret Gelap Subsidi Pupuk dan Nasib Petani Indonesia
Yasonna menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke fraksi untuk diteruskan ke Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian. Ia menilai pemerintah harus serius mengalokasikan anggaran dalam program ketahanan pangan, terutama untuk pemeliharaan irigasi.
Menurutnya, meskipun pemerintah saat ini memiliki berbagai program prioritas, pemeliharaan irigasi dan dukungan terhadap sektor pertanian tidak boleh diabaikan.
Ia juga mengingatkan agar Dana Transfer Daerah dari APBN untuk APBD Sumatera Utara tidak mengalami pemangkasan signifikan, khususnya pada program pertanian yang berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional.
“Efisiensi APBN memang berpengaruh terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di daerah. Namun, jika irigasi yang sudah 17 tahun tidak pernah dipelihara terus dibiarkan, produksi padi bisa semakin menurun dan petani berisiko kehilangan pekerjaan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah