- Arab Saudi berhasil mencegat lima drone bermusuhan di sekitar Prince Sultan Air Base pada Senin, 2 Maret 2026.
- Sebelumnya, pertahanan udara Saudi menghancurkan dua drone yang menargetkan kilang minyak Ras Tanura, memicu kebakaran kecil.
- Insiden ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan regional akibat serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS.
Suara.com - Pemerintah Arab Saudi mengumumkan berhasil mencegat sejumlah drone di sekitar Prince Sultan Air Base pada Senin (2/3/2026). Langkah ini menambah daftar insiden keamanan di kawasan Teluk di tengah eskalasi konflik regional.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan lima drone berhasil dicegat dan dihancurkan di dekat pangkalan udara tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita resmi Saudi Press Agency.
“Lima drone musuh berhasil dicegat dan dihancurkan di sekitar Prince Sultan Air Base,” kata al-Maliki.
Sebelumnya pada hari yang sama, al-Maliki juga menyampaikan kepada Al Arabiya bahwa pertahanan udara Saudi mencegat dua drone lain yang menargetkan kilang minyak Ras Tanura di wilayah timur negara itu. Ia menambahkan, serpihan drone yang jatuh memicu kebakaran dalam skala terbatas, namun situasi berhasil dikendalikan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, menyusul serangan udara gabungan AS dan Israel ke target-target di Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, ledakan dilaporkan terdengar di berbagai kota Teluk, sementara infrastruktur sipil seperti bandara, pelabuhan, hingga fasilitas energi turut terdampak. Bahrain melaporkan adanya korban jiwa akibat serangan tersebut.
Eskalasi konflik juga ditandai dengan memburuknya hubungan diplomatik, setelah Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat dan menuding kebijakan Presiden AS Donald Trump telah menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan.
Dengan meningkatnya ancaman drone dan rudal ke fasilitas militer serta energi di kawasan Teluk, pencegatan yang dilakukan Arab Saudi menegaskan tingginya tingkat kewaspadaan negara-negara regional terhadap potensi meluasnya konflik bersenjata di Timur Tengah.
Baca Juga: Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Berat Hukum Internasional
Berita Terkait
-
Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Berat Hukum Internasional
-
Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah
-
Kuwait Tembak Jatuh 3 Pesawat Tempur F-15 Amerika Serikat
-
Terpopuler: Mantan Presiden Iran Ungkap Ampuhnya Mossad, Bisakah Gadai TV dan Smartwatch?
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Acer Resmi Jual AC di Indonesia, Acerpure Chill Punya HEPA Filter, AC Portable, Harga Mulai Rp3 Juta
-
Wamen Haji Dorong Industri Umrah Naik Kelas, Bisnis Tak Lagi Sekadar Kejar Profit
-
BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer
-
Harry Kane Kritik Taktik Bertahan Inggris Penyebabkan Kekalahan Menyakitkan dari Argentina
-
Update Harga dan Buyback Emas Antam, UBS, Galeri 24 di Pegadaian
-
Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS
-
BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat
-
Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar
-
Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran