News / Internasional
Rabu, 04 Maret 2026 | 22:10 WIB
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. /ANTARA/Anadolu/py.
Baca 10 detik
  • CENTCOM menyatakan lebih dari 50.000 tentara gabungan AS-Israel terlibat dalam operasi militer skala besar sejak Sabtu (28/2/2026).
  • Operasi "Epic Fury" telah menyerang hampir 2.000 target di Iran, menghancurkan kekuatan maritim mereka, termasuk 17 kapal perang.
  • Serangan ini menyebabkan kematian Ayatollah Ali Khamenei dan total 787 korban jiwa di Iran akibat eskalasi konflik tersebut.

Mengenai hal itu, Cooper memberikan pernyataan tegas terkait kondisi terkini armada laut lawan.

"Kita juga menenggelamkan Angkatan Laut Iran, seluruh angkatan laut. Sejauh ini, kita telah menghancurkan 17 kapal Iran," ujarnya.

Meskipun Iran terus melancarkan aksi pembalasan, pihak CENTCOM menilai bahwa kekuatan ofensif Teheran mulai mengalami degradasi.

Cooper menyebut kemampuan Iran untuk menyerang pasukan AS dan sekutu-sekutunya telah menurun seiring berlanjutnya operasi militer tersebut.

Penurunan kemampuan ini diklaim sebagai dampak langsung dari hancurnya pusat-pusat komando dan kendali militer Iran akibat serangan udara yang presisi.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat tajam sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak Sabtu (28/2).

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan kedua negara tersebut secara sistematis menyerang target-target di berbagai wilayah Iran, termasuk menargetkan instalasi rudal, pangkalan angkatan laut, serta lokasi komando dan kendali militer negara tersebut guna melumpuhkan koordinasi pertahanan Iran.

Dampak dari rentetan serangan AS-Israel ini dilaporkan sangat fatal bagi struktur kepemimpinan di Teheran. Serangan tersebut menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Laporan terbaru yang dirilis oleh Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan bahwa sejauh ini, sedikitnya 787 orang tewas akibat gelombang serangan AS-Israel yang menghantam berbagai titik pemukiman dan instalasi militer.

Baca Juga: Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran

Sebagai bentuk perlawanan, Iran terus membalas dengan serangan rudal dan drone yang diarahkan langsung terhadap target-target di wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di negara-negara Teluk.

Aksi saling balas ini memicu kekhawatiran global akan pecahnya perang terbuka yang lebih luas di kawasan penghasil minyak tersebut.

Terdapat perbedaan data yang cukup signifikan mengenai jumlah korban di pihak militer Amerika Serikat. Teheran mengklaim bahwa setidaknya 560 tentara AS tewas dan luka-luka akibat rentetan serangan pembalasan mereka yang mengenai pangkalan-pangkalan strategis.

Namun, pihak Washington memberikan keterangan yang berbeda. AS sejauh ini mengonfirmasi sedikitnya enam tentaranya tewas dan beberapa personel lainnya luka-luka akibat serangan pembalasan Iran.

Load More