News / Internasional
Kamis, 05 Maret 2026 | 19:11 WIB
Ilustrasi umrah. (Dok. tiket.com)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Arab Saudi memberikan perpanjangan visa gratis bagi sekitar 300 jemaah umrah Indonesia terdampak situasi keamanan kawasan.
  • Dubes RI mengonfirmasi kebijakan visa gratis ini memastikan status legalitas jemaah tetap aman hingga mereka kembali ke Tanah Air.
  • Pemerintah Indonesia memonitor situasi regional dan menyiapkan skenario mitigasi untuk menjamin keselamatan jemaah umrah Indonesia.

Suara.com - Pemerintah Arab Saudi memberikan perpanjangan visa secara gratis bagi jemaah umrah asal Indonesia yang mengalami kendala kepulangan di tengah dinamika keamanan kawasan Timur Tengah akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Berdasarkan data dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, sekitar 300 jemaah umrah Indonesia tercatat mengalami hambatan untuk kembali ke Tanah Air. Data tersebut dihimpun melalui laporan hotline serta pemantauan langsung petugas di Bandara Jeddah, Terminal Haji Jeddah, dan Bandara Madinah.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad mengatakan pemerintah Arab Saudi telah memberikan kebijakan perpanjangan visa tanpa biaya bagi jemaah yang terdampak.

“Pemerintah Arab Saudi telah memberikan kebijakan perpanjangan visa secara gratis bagi jamaah yang terdampak, sehingga status legalitas mereka tetap aman hingga proses kepulangan ke Indonesia,” kata Abdul Aziz dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyatakan terus memantau kondisi tersebut untuk memastikan keselamatan jamaah haji dan umrah Indonesia.

Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, mengatakan pemerintah memonitor perkembangan situasi di sekitar Arab Saudi serta negara-negara yang menjadi jalur transit penerbangan jamaah.

“Rapat ini bertujuan memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jamaah haji dan umrah Indonesia di tengah dinamika geopolitik regional. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi, khususnya di sekitar Arab Saudi dan negara-negara transit penerbangan jamaah,” ujar Warsito.

Ia menyebut pemerintah juga menyiapkan berbagai skenario mitigasi apabila situasi keamanan kawasan berubah. Skenario tersebut meliputi penundaan perjalanan, penjadwalan ulang, pengaturan transit penerbangan, hingga kemungkinan evakuasi jika diperlukan.

Saat ini, pada periode Ramadan, tercatat sekitar 33 ribu jamaah umrah asal Indonesia sedang berada di Arab Saudi. Pemerintah melakukan monitoring dan koordinasi dengan otoritas setempat serta maskapai penerbangan untuk memastikan pengaturan transportasi berjalan aman.

Baca Juga: Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi

Sementara itu, hingga saat ini belum terdapat indikasi gangguan langsung terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Dua bandara utama di Arab Saudi, yakni Jeddah dan Madinah, masih beroperasi.

Meski demikian, pemerintah meminta seluruh pihak tetap waspada dan memastikan keamanan rute penerbangan yang melintasi kawasan Timur Tengah.

Load More