-
Amerika Serikat meluncurkan serangan udara balasan ke Iran selatan setelah helikopter mereka ditembak jatuh.
-
Rudal Washington menghantam kota-kota strategis di Selat Hormuz dan menghancurkan tangki air bersih.
-
Menlu Iran mengancam akan membalas, sementara Ketua DPR AS menyebut serangan itu proporsional.
Suara.com - Perang di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah militer Amerika Serikat meluncurkan rentetan serangan udara ke wilayah selatan Iran. Langkah ofensif ini merupakan tindakan balasan langsung Washington atas jatuhnya helikopter mereka oleh pasukan Tehran.
Kawasan pesisir strategis di dekat Selat Hormuz kini menjadi zona pertempuran paling rawan. Gelombang ledakan dilaporkan menghancurkan sejumlah titik di Jask dan Kouhe Mobarakeh.
Dalam laporan Live CNBC, serangan gelombang kedua yang mendarat di kota Jask melumpuhkan beberapa fasilitas penting. Guncangan hebat juga dilaporkan terjadi berulang kali di Pulau Qeshm serta Bandar Abbas.
Kantor berita Mehr melaporkan situasi mencekam di lapangan melalui saluran komunikasi mereka.
"Suara ledakan terdengar di Pulau Qeshm beberapa kali. Sebelum ini, suara ledakan terdengar di Bandar Abbas, Sirik, dan Jask."
Hantaman proyektil tersebut memicu kerusakan parah pada fasilitas sipil masyarakat setempat. Dua waduk penampungan air di distrik Bemani dilaporkan hancur dan memutus pasokan air bersih warga.
Merespons agresi tersebut, jajaran petinggi diplomatik Iran langsung mengeluarkan ancaman balasan yang tidak kalah sengit. Pihak Tehran menegaskan bahwa aksi militer Amerika Serikat ini akan memicu konsekuensi yang sangat fatal.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan perlawanan terbuka melalui akun media sosial resminya.
Abbas Araghchi menulis di X, "Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan Bersenjata Kami yang Perkasa tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa jawaban."
Baca Juga: Wajah Bobrok FIFA: Kenang 168 Anak Tewas Serangan AS, Iran Terancam Sanksi
Ia juga memperingatkan pasukan asing untuk segera mundur dari teritorial Timur Tengah demi keselamatan mereka.
Abbas Araghchi menambahkan, "Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman. Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk orang luar yang menyusup."
Di sisi lain, keputusan penyerangan ini telah dikonfirmasi oleh otoritas tinggi legislatif di Washington. Parlemen Amerika Serikat mengklaim tindakan ini sudah diperhitungkan dengan matang untuk meredam kekuatan lawan.
Ketua DPR AS, Mike Johnson, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima pemberitahuan resmi sebelum operasi militer tersebut dieksekusi.
Ia menyebut operasi udara ini sebagai tindakan yang "proporsional dan terbatas."
Politisi dari Partai Republik tersebut menyatakan serangan ditujukan untuk melumpuhkan aset tempur utama musuh.
Menurut Johnson, operasi tersebut dilakukan "terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan" dan merupakan "serangan tertarget ke situs radar, rudal, serta komando dan kendali mereka."
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz merupakan konflik menahun yang kerap mengancam stabilitas ekonomi global. Selat ini merupakan jalur logistik minyak paling vital di dunia yang menghubungkan produsen Timur Tengah dengan pasar internasional.
Insiden penembakan helikopter AS menjadi pemantik terbaru yang mengubah perang urat saraf menjadi kontak senjata terbuka. Pentagon memandang tindakan Iran sebagai ancaman langsung terhadap navigasi internasional, sementara Tehran menganggap kehadiran militer Barat sebagai pelanggaran kedaulatan wilayah mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup