News / Nasional
Minggu, 08 Maret 2026 | 10:55 WIB
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Panglima TNI menetapkan Siaga 1 sebagai respons atas eskalasi konflik global Iran dan dinamika geopolitik Timur Tengah.
  • TNI fokus meningkatkan pemantauan intelijen, kesiapan Alutsista, dan penguatan keamanan di seluruh wilayah NKRI.
  • Instruksi meliputi koordinasi lintas sektoral, perlindungan Obvitnas, antisipasi siber, serta menjaga profesionalisme prajurit.

Keempat, koordinasi lintas sektoral dengan Polri dan kementerian terkait. Panglima TNI menyadari bahwa stabilitas nasional memerlukan sinergi antarlembaga.

TNI akan bekerja sama erat dengan kepolisian untuk menjaga ketertiban masyarakat serta berkoordinasi dengan kementerian luar negeri guna mendapatkan pembaruan informasi diplomatik yang akurat.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kelima, perlindungan terhadap Objek Vital Nasional (Obvitnas). Dalam status Siaga 1, TNI memberikan perhatian khusus pada pengamanan infrastruktur strategis seperti kilang minyak, pembangkit listrik, bandara internasional, dan pelabuhan utama.

Objek-objek ini dianggap sangat rentan terhadap sabotase atau serangan yang bertujuan melumpuhkan ekonomi nasional di tengah krisis global.

Keenam, antisipasi terhadap serangan siber dan disinformasi. Panglima TNI menyoroti bahwa perang modern tidak hanya terjadi di medan fisik, tetapi juga di ruang digital.

Satuan Siber TNI diperintahkan untuk memperkuat pertahanan jaringan komunikasi militer dan memantau penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat memicu kepanikan masyarakat atau memecah belah persatuan bangsa terkait isu konflik Iran.

Ketujuh, menjaga netralitas dan profesionalisme prajurit. Di tengah situasi yang penuh tekanan, Jenderal Agus Subiyanto mengingatkan setiap prajurit untuk tetap berpegang teguh pada jati diri TNI.

"Kita tidak boleh lengah sedikit pun terhadap potensi ancaman yang bisa mengganggu kedaulatan negara," katanya.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1

Prajurit diminta untuk tidak terprovokasi oleh opini publik yang berkembang dan tetap fokus pada tugas pokok menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Kesiapsiagaan ini juga mencakup antisipasi terhadap dampak pengungsian atau migrasi paksa akibat perang global. TNI menyiapkan skenario bantuan kemanusiaan sekaligus prosedur penyaringan ketat di pintu-pintu masuk negara.

Status Siaga 1 ini akan terus diberlakukan hingga ada evaluasi lebih lanjut mengenai penurunan tensi konflik di tingkat global.

Seluruh komandan satuan di daerah diwajibkan melaporkan perkembangan situasi di wilayah masing-masing secara berkala langsung kepada Mabes TNI.

Load More