- Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menyatakan sistem ketatanegaraan Indonesia mengalami kerusakan fungsional akibat lemahnya pengawasan legislatif.
- Buku 'Panduan Melawan Tirani' karya Al-Kawakibi diluncurkan di Jakarta pada Sabtu (7/3/2026) untuk membedah praktik kekuasaan.
- Pembicara menilai buku tersebut mendorong kesadaran publik melawan tirani serta mengimajinasikan reformasi politik generasi mendatang.
Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menilai sistem ketatanegaraan Indonesia saat ini mengalami kerusakan fungsional. Terutama pada melemahnya fungsi pengawasan lembaga legislatif terhadap eksekutif.
Hal tersebut disampaikan Feri dalam peluncuran buku 'Panduan Melawan Tirani' karya Abdurrahman Al-Kawakibi yang diterbitkan oleh ReneTuros Group melalui Turos Pustaka di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026) kemarin.
Feri menyebut bahwa pemikiran Al-Kawakibi, seorang reformis Islam klasik, sangat relevan untuk membedah praktik kekuasaan di Indonesia.
Ia menilai pemikiran Al-Kawakibi sebagai salah satu khazanah penting dalam tradisi intelektual Islam yang selama ini kurang dikenal dalam kajian ketatanegaraan.
"Saya jarang menemukan pemikir Islam yang mampu menerawang begitu jauh soal ketatanegaraan seperti Al-Kawakibi," kata Feri.
Menurutnya, persoalan bangsa saat ini tidak hanya bertumpu pada figur pemimpin. Lebih dari itu juga pada kegagalan institusi negara.
"Masalahnya bukan hanya pada presiden. DPR pun sering tidak menjalankan fungsi pengawasan secara serius. Di situ terlihat adanya kerusakan fungsional dalam sistem," ucapnya.
Senada, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menilai buku Al-Kawakibi ini provokatif dalam arti positif. Pasalnya dapat mendorong masyarakat untuk mengenali dan melawan tirani dalam kehidupan politik modern.
"Tirani sering bertahan karena dua hal: ketakutan dan kebodohan. Ketika masyarakat takut dan kehilangan keberanian berpikir kritis, tirani akan terus hidup," ujar Tiyo.
Baca Juga: Tokoh Lintas Generasi Temui JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik
Ia menambahkan bahwa buku ini menjadi pemicu penting bagi generasi muda untuk mengimajinasikan kembali gerakan reformasi di masa depan.
"Buku ini membantu kita berimajinasi politik, bahkan membayangkan kemungkinan reformasi jilid kedua. Walau terasa terlambat, kehadiran buku ini tetap penting," tuturnya.
Acara peluncuran buku itu dibalut dengan suasana buka puasa bersama insan perbukuan Jakarta di Resto Maestro Resort, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Selain menghadirkan pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto sebagai pembicara. Sejumlah tokoh perbukuan turut hadir, termasuk Ketua IKAPI Arys Hilman Nugraha, bersama para penulis, penerjemah, reseller, toko buku, pembaca, dan pelaku industri buku lainnya.
Sementara itu CEO ReneTuros Group Luqman Hakim Arifin menjelaskan bahwa bukber insan perbukuan Jakarta ini merupakan agenda tahunan yang mempertemukan para pegiat literasi di bulan Ramadan.
"Tujuan penerbitan buku ini adalah menghadirkan kembali khazanah pemikiran politik Islam yang jarang dikenal, tetapi sangat relevan dengan kondisi Indonesia dan dunia saat ini," ujar Luqman.
Berita Terkait
-
Tokoh Lintas Generasi Temui JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Rekam Jejak Adies Kadir Disorot Usai Jadi Hakim MK, Diduga Sarat Misi Politik DPR dan Golkar?
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat