- Badan Gizi Nasional (BGN) tingkatkan kualitas program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui pelatihan penjamah makanan.
- Pelatihan serentak di delapan wilayah ini bertujuan memperkuat standar higiene sanitasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Setiap dapur SPPG wajib mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dalam waktu 30 hari operasional.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui pelatihan penjamah makanan serta percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para penjamah makanan dalam menerapkan standar higiene dan sanitasi pangan,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya di Jakarta, Minggu.
Selain meningkatkan kemampuan para petugas dapur, kegiatan ini juga ditujukan untuk mempercepat penerbitan SLHS bagi dapur-dapur SPPG yang menjadi bagian penting dari implementasi program MBG di berbagai daerah.
Pelatihan berupa bimbingan teknis tersebut digelar secara serentak di delapan wilayah kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG), yakni Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Sleman, Surabaya, dan Jember. Setiap hari, kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur yang terlibat langsung dalam operasional dapur SPPG, mulai dari kepala SPPG, mitra atau yayasan pengelola, pengawas gizi, asisten lapangan (Aslap), hingga juru masak.
Sony menegaskan bahwa penyediaan makanan bergizi merupakan hak seluruh anak di Indonesia, sehingga kualitas penyajian makanan harus dijaga secara serius oleh semua pihak yang terlibat.
Ia menilai pelaksanaan bimbingan teknis tersebut sangat strategis karena menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi nasional melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia di dapur SPPG.
Program MBG sendiri saat ini berkembang pesat dengan keterlibatan masyarakat yang cukup besar. Hal itu ditandai dengan berdirinya lebih dari 25 ribu dapur SPPG di seluruh Indonesia yang sebagian besar diinisiasi oleh mitra atau yayasan dari masyarakat.
Baca Juga: Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat di dapur SPPG menjadi langkah penting untuk memastikan standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga,” kata dia.
Sony menjelaskan bahwa pelatihan penjamah makanan menjadi salah satu syarat utama untuk memperoleh SLHS.
Menurutnya, keberadaan sertifikat tersebut menjamin bahwa proses produksi makanan bergizi dilakukan di tempat yang memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.
“Makanya disebut laik higiene sanitasi kesehatan,” kata dia.
Setelah sempat tidak digelar dalam beberapa waktu, BGN kini kembali melaksanakan pelatihan penjamah makanan sekaligus percepatan proses SLHS bagi dapur-dapur SPPG.
Sebagai contoh, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebanyak 800 peserta yang terdiri dari perwakilan SPPG, relawan, serta mitra atau yayasan mengikuti proses sertifikasi yang digelar pada Sabtu (7/3) dan Minggu (8/3).
Berita Terkait
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
MBG-nya Masjid Nurul Ashri Yogyakarta Ajak Jamaah Jelajah Rasa Keliling Indonesia
-
Purbaya Buka Opsi Potong Anggaran MBG demi Cegah Kenaikan Harga BBM
-
Program MBG Diklaim Ringankan Dompet Warga
-
APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih
-
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?
-
Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen
-
Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara
-
PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears
-
Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen
-
Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli
-
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?
-
Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?