- Program MBG ringankan beban ekonomi & tingkatkan gizi anak secara signifikan.
- 85% siswa habiskan menu MBG; berdampak pada kenaikan nilai rapor & fokus belajar.
- Sekolah & Dinkes harus kolaborasi awasi standar mutu dapur demi efektivitas program.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan dampak ganda (multiplier effect), tidak hanya bagi kesehatan fisik siswa tetapi juga stabilitas ekonomi rumah tangga. Riset terbaru dari dua lembaga kredibel memperkuat sinyal bahwa program ini menjadi oase bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) dalam laporan Maret 2026 mengungkapkan, program MBG menjadi solusi konkret bagi beban ekonomi keluarga. Senada, Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) pada Februari 2026 mencatat adanya perubahan pola konsumsi yang signifikan di tingkat akar rumput.
Ketua LabSosio UI, Dr. Hari Nugroho, MA, menyatakan bahwa penerimaan masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, terutama dari kelompok ekonomi rentan. MBG dinilai efektif memangkas pengeluaran harian, salah satunya uang jajan anak.
"Temuan paling menggembirakan adalah tingginya penerimaan masyarakat. Orang tua merasa terbantu karena kepastian anak mendapatkan asupan bergizi di sekolah, terutama bagi mereka yang sibuk bekerja sejak pagi," ujar Hari dalam keterangan resminya.
Data LabSosio UI memotret realitas pahit di lapangan: sebanyak 48,5% siswa jarang atau bahkan tidak pernah sarapan sebelum berangkat sekolah. Kehadiran MBG mengubah drastis pola ini, di mana 85,8% siswa tercatat selalu menghabiskan sajian yang diberikan.
Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi, menambahkan bahwa 81% orang tua rumah tangga rentan mendukung penuh keberlanjutan program ini. "Dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian akses nutrisi," jelasnya.
Menariknya, MBG juga mengubah perilaku makan anak. RISED mencatat 72% anak menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan 55% mulai terbiasa dengan variasi makanan baru yang sebelumnya jarang mereka temui di rumah.
Meski menuai sukses, riset UI menekankan pentingnya evaluasi. Dr. Hari Nugroho menyarankan agar sekolah ditempatkan sebagai subjek utama perencanaan, bukan sekadar objek pelaksana. Selain itu, keterlibatan Dinas Kesehatan sangat krusial dalam mengawasi standar mutu dapur secara berkala.
Dengan sinergi lintas sektor, program MBG diprediksi akan menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya generasi emas Indonesia yang sehat secara fisik dan tangguh secara intelektual.
Baca Juga: Surel Gus Lilur Direspons Presiden, KKP Terbitkan Permen KP No. 5 Tahun 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara