- Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, berbagi kisah perjuangan hidup di hadapan santri Ponpes Azzainiyyah, Sukabumi, Jawa Barat.
- Bahlil menekankan bahwa latar belakang ekonomi bukan penentu takdir, melainkan kecepatan menangkap peluang meraih sukses.
- Ia mengklaim Partai Golkar merupakan wadah politik terbuka yang telah memberikan kesempatan bagi kader dari seluruh Indonesia.
Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026. Di momen Silaturahmi dan Safari Ramadhan tersebut, Bahlil membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah penghalang untuk menggenggam masa depan.
Bahlil mengawali pidatonya dengan sebuah pengakuan jujur yang menyentuh hati. Ia tak segan membuka lembaran masa lalunya yang jauh dari kemewahan.
“Saya lahir dari keluarga yang ekonominya tidak beruntung. Ibu saya itu hanya tukang pembantu di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Saya sejak SMP sudah jadi kondektur angkot di terminal, jualan kue,” ungkap Bahlil di hadapan para santri.
Meski berangkat dari titik nol, Bahlil menegaskan bahwa latar belakang keluarga bukanlah penentu takdir seseorang. Baginya, nasib masa depan sepenuhnya berada di tangan individu masing-masing. Ia meyakinkan para santri bahwa tekad baja adalah modal utama menuju kesuksesan.
Ia pun membagikan "resep" sukses yang selama ini ia pegang teguh: bukan soal siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling gesit menangkap peluang.
“Jadi, bagi anak-anak saya yang anak yatim piatu, anak yatim, atau yang ekonominya tidak mampu seperti saya dulu, kalian harus semangat menaklukkan masa depan itu. Bukan yang pintar mengalahkan yang bodoh, bukan yang kaya mengalahkan yang miskin, bukan yang kuat mengalahkan yang lemah, tetapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” tuturnya dengan nada penuh semangat.
Prinsip "siapa cepat dia dapat" itulah yang membawa Bahlil bertransformasi menjadi sosok yang tangguh, hingga akhirnya berhasil menduduki kursi Ketua Umum Partai Golkar. Ia menilai, keberhasilannya juga tak lepas dari karakter Partai Golkar yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang suku, agama, maupun ras.
Menurut Bahlil, Golkar adalah bukti nyata wadah demokrasi yang memberikan kesempatan setara bagi kader dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.
“Menurut saya, dalam sejarah peradaban politik bangsa Indonesia, partai yang bisa mengklaim dirinya sebagai partai terbuka yang syaratnya adalah ketua umumnya sudah pernah dari Sumatera sampai Papua baru hanya Partai Golkar,” pungkasnya.
Baca Juga: Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli