- Polda Metro Jaya gelar Operasi Ketupat Jaya selama 13 hari (13-25 Maret 2026) melibatkan 6.800 personel gabungan.
- Operasi ini bertujuan menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik, Idul Fitri, hingga arus balik di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
- Puncak arus mudik diperkirakan terjadi antara 16 hingga 18 Maret 2026, dengan prediksi pergerakan masyarakat menurun dibanding tahun sebelumnya.
Suara.com - Polda Metro Jaya menyiapkan 6.800 lebih personel gabungan untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Jaya.
Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi lintas sektoral guna memastikan kesiapan pelaksanaan operasi, termasuk sarana dan prasarana pendukung.
“Termasuk sarana prasarana dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan Operasi Ketupat yang Insyaallah akan berlangsung mulai pada tanggal 13 sampai dengan 25 Maret mendatang,” kata Komarudin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Dalam operasi tersebut, sebanyak 6.800 lebih personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait akan disiagakan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Mereka akan ditempatkan di 101 pos pelayanan yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.
“Pelaksanaan Operasi Ketupat nanti, tidak kurang dari 6.800 personil lebih, gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait akan tergelar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya,” jelasnya.
Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran masyarakat selama masa mudik, perayaan Idul Fitri, hingga arus balik.
“Dalam rangka memberikan jaminan keamanan, kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan mudik lebaran, dan juga pelaksanaan nanti hari raya Idul Fitri sampai dengan arus kembali ataupun arus balik dari pelaksanaan mudik,” kata dia.
Adapun berdasar hasil analisis, Komarudin menyebut puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026. Pergerakan pemudik dari Jakarta diprediksi terbagi ke tiga arah utama.
Baca Juga: Pertamina Jamin Stok BBM Aman di Momen Mudik Lebaran 2026
“Mulai yang ke arah barat ke wilayah Sumatera, kemudian arah selatan wilayah Bogor dan sekitarnya, termasuk wilayah timur arah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan seterusnya,” bebernya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik, termasuk memastikan kondisi kesehatan dan kendaraan.
“Kemudian kondisi kendaraan juga demikian, dan rencanakan perjalanannya dalam waktu-waktu yang mungkin bisa diprediksi. Sehingga tidak bersamaan dengan puncak arus mudik, demikian juga dengan puncak arus balik,” tuturnya.
Diprediksi Menurun
Sebelumnya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang berdasarkan survei Kementerian Perhubungan. Angka tersebut turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
“Potensi pergerakan masyarakat di libur Lebaran 2026 sebesar 143,9 juta orang,” ujar Dedi usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional terkait Kesiapan Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Meski demikian, Polri tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan pergerakan di lapangan selama periode mudik dan balik.
“Kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan,” katanya.
Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari mulai 13 hingga 25 Maret melibatkan 161.243 personel gabungan. Polri juga menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap, one way, contra-flow, hingga delaying system untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
Terkini
-
Masuk Istana, Said Iqbal Dinilai Tak Mewakili Seluruh Buruh Indonesia
-
Israel Balas Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran
-
3.200 Laporan Parkir Liar Menumpuk, DKI Gelar Razia Besar-besaran
-
Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Dapur MBG di Palembang Hentikan Operasional, Sebut Anggaran Belum Cair
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan 2 Tersangka Swasta Kasus Kuota Haji Hari Ini
-
Kejar Deadline Oktober! Dasco Ungkap Kunci Percepatan UU Ketenagakerjaan Baru Ada di Tangan Buruh
-
Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu
-
Bupati Nonaktif Cilacap Gugat Status Tersangka, KPK Siap Hadapi