- Iran kecewa pada Indonesia akibat respons lambat atas konflik Timur Tengah dan penawaran mediasi yang dianggap ilusi oleh Prabowo.
- Izin masuk kapal perang Iran ke Indonesia dicabut sepihak diduga karena adanya ancaman dan tekanan dari Amerika Serikat.
- Penyitaan kapal tanker MT Arman 114 dan rencana lelang muatan minyak mentahnya memicu kemarahan signifikan dari Teheran.
Suara.com - Hubungan bilateral antara Republik Islam Iran dan Indonesia tengah diselimuti ketegangan diplomatik imbas sejumlah manuver politik luar negeri. Teheran secara terang-terangan menyoroti sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak lagi mencerminkan prinsip non-blok dan terlalu tunduk pada tekanan Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, berdasarkan hasil pertemuannya dengan jajaran Kedutaan Besar dan Atase Pertahanan Iran baru-baru ini.
Menurut Siswanto, kekecewaan Iran terhadap Indonesia berpangkal pada tiga isu utama, mulai dari minimnya empati di tengah kecamuk perang Timur Tengah, insiden penolakan kapal perang Iran, hingga penyitaan dan rencana lelang kapal tanker raksasa milik Teheran.
Keterlambatan Ucapan Duka dan Isu Mediator Konflik
Kekecewaan terbaru Iran berkaitan dengan sikap Indonesia dalam merespons perang yang sedang berlangsung antara Iran melawan AS dan Israel.
Siswanto memaparkan, Iran kecewa karena Indonesia tidak mengecam insiden pembunuhan anak-anak sekolah yang menjadi korban konflik tersebut, berbeda dengan sikap proaktif pemimpin negara lain.
Selain itu, respons lambat pemerintah Indonesia atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, turut menjadi sorotan.
“Kita 4 hari setelah itu. Itu pun surat gitu. Apa susahnya sih Prabowo kalau memang dia masih melihat Iran sebagai sesama anggota OKI, gerakan non blok atau D8 apa susahnya gitu?” ujar Siswanto dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Senin (9/3/2026).
Siswanto juga menilai langkah Presiden Prabowo yang mencoba menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik tersebut dianggap sebagai sebuah ilusi.
Baca Juga: Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Pasalnya, Iran saat ini dalam posisi mandiri dan bahkan menolak tawaran bantuan militer dari Rusia, maupun bantuan finansial dari China dan Korea Selatan.
“Sepertinya Prabowo mengalami semacam ilusi bahwa dia dibutuhkan oleh Iran gitu loh. Kehadirannya dibutuhkan oleh Iran. Saya kira ini tidak tepat, Iran tidak butuh siapa-siapa,” tegasnya.
Diusirnya Kapal Perang Iran karena Tekanan AS
Kekecewaan kedua mundur ke awal tahun 2025. Saat itu, TNI Angkatan Laut menggelar International Maritime Security Symposium (IMSS) dan Multilateral Exercise Komodo (MNEK) yang dihadiri sekitar 50 negara.
Sebagai tuan rumah, Indonesia secara resmi mengundang Iran. Teheran kemudian mengirimkan dua kapal perangnya, Mahdavi dan Shahid Abbas. Namun, insiden diplomatik terjadi saat kapal tersebut sedang berlayar menuju perairan Indonesia.
“Itu ada dua kali terjadi komunikasi, pertama diizinkan, terus setengah jalan tidak diizinkan, kedutaan menegosiasi lagi. Kami sudah setengah jalan nih. Oke, silahkan lanjut kata otoritas kita ya, Kemhan, Mabes TNI, Mabes Angkatan laut kita, bahkan kantor kepresidenan. Oke, bergerak. Tiba-tiba ketika sudah sedikit lagi masuk ke perairan kita (Indonesia) nggak bisa, ditolak sama sekali. Izinnya dicabut,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Ekspor Mobil Toyota Indonesia ke Timur Tengah Tersendat, Produksi Tak Berhenti
-
Perang AS-Iran Bikin PSSI Pusing Sulit Panggil Pemain Timnas Indonesia di Eropa
-
Kasus Nabilah OBrien Berakhir Damai, Komisi III DPR Soroti Perubahan KUHP-KUHAP Baru
-
Rahasia Strategi Iran Melawan AS-Israel dalam Perang Terbuka
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
Terkini
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: Korban Tewas Jadi Lima, Empat Orang Masih Hilang
-
Pastikan Penegakan Hukum Tepat Sasaran, Komisi III akan Sosialisasikan KUHP Baru ke Semua Kapolres
-
Tembus 3.264 Aduan: Jabar, Sumut, dan Kalteng Jadi Provinsi Paling Rawan Konflik Agraria
-
Cek Agenda Kenegaraan Besok, Nuzulul Qur'an di Istana Merdeka Bersama Quraish Shihab
-
Sidang Putusan Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Bakal Digelar Rabu Mendatang
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Kuasa Hukum Nilai Instrumen Negara Digunakan untuk Perang Dagang
-
Perbaikan Tanggul Samping Pasar Cipulir Dikejar Tayang, Target Rampung H-5 hingga H-3 Lebaran
-
TB Hasanuddin Sebut Pengumuman Siaga 1 TNI Aneh: Bikin Rakyat Gelisah
-
Komnas HAM Soroti Polisi Terlalu Cepat Masuk ke Sengketa Tanah: Rawan Kriminalisasi Warga
-
Pemudik Tak Perlu Khawatir, Polda Metro Pastikan Stok BBM Lebaran Aman dan Melimpah