- Iran kecewa pada Indonesia akibat respons lambat atas konflik Timur Tengah dan penawaran mediasi yang dianggap ilusi oleh Prabowo.
- Izin masuk kapal perang Iran ke Indonesia dicabut sepihak diduga karena adanya ancaman dan tekanan dari Amerika Serikat.
- Penyitaan kapal tanker MT Arman 114 dan rencana lelang muatan minyak mentahnya memicu kemarahan signifikan dari Teheran.
Pembatalan sepihak ini diduga kuat akibat intervensi Washington. AS mengancam akan angkat kaki beserta seluruh sekutunya dari latihan gabungan tersebut jika kapal Iran dibiarkan ikut serta.
Kecewa dengan sikap Indonesia, Atase Pertahanan Iran bahkan sempat melontarkan protes keras kepada Siswanto saat bertemu di Bali, mengingatkan bahwa Indonesia seharusnya memegang teguh status non-blok. Kedua kapal perang Iran itu akhirnya mengalihkan kunjungannya ke Malaysia.
Penyitaan dan Lelang Kapal Tanker MT Arman 114
Puncak kekecewaan Iran di sektor maritim adalah kasus penangkapan kapal tanker Iran, MT Arman 114, oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di sekitar perairan Batam-Natuna. Kapal yang sedang melintas tersebut ditangkap dan dituduh mencemari lingkungan laut Indonesia.
Siswanto menduga, penangkapan ini bukanlah murni inisiatif otoritas dalam negeri, melainkan ada indikasi pesanan dari intelijen asing.
"Setiap penangkapan kapal Iran oleh otoritas kita, besar kemungkinannya atas perintah Amerika ada intervensi negara lain Sekian banyak kapal melintas, kenapa hanya kapal Iran?" pungkasnya.
Situasi makin memanas setelah pengadilan Indonesia memutuskan untuk melelang kapal beserta muatannya berupa 2 juta barel minyak mentah, yang ditaksir bernilai hingga Rp2 triliun. Proses lelang yang kini digembar-gemborkan oleh Kejaksaan Agung ini memicu amarah pihak Iran.
“Atase pertahanan Iran bilang ke saya, ‘Kenapa kapal ini dilelang?’ Kami saja yang biasa menangkap kapal di Selat Hormuz, kami tidak melelang kapal orang,” tegasnya. (Tsabita Aulia)
Baca Juga: Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Berita Terkait
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Ekspor Mobil Toyota Indonesia ke Timur Tengah Tersendat, Produksi Tak Berhenti
-
Perang AS-Iran Bikin PSSI Pusing Sulit Panggil Pemain Timnas Indonesia di Eropa
-
Kasus Nabilah OBrien Berakhir Damai, Komisi III DPR Soroti Perubahan KUHP-KUHAP Baru
-
Rahasia Strategi Iran Melawan AS-Israel dalam Perang Terbuka
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang
-
Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi
-
Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut
-
Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi
-
Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga