Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental [NY Post]
Baca 10 detik
- Meditasi gaya baru di Jepang, disebut *coffin-lying*, melibatkan peserta berbaring di peti mati selama 30 menit untuk refleksi.
- Praktik ini bermula dari sebuah rumah duka di Prefektur Chiba dan bertujuan menenangkan pikiran serta menumbuhkan semangat hidup.
- Beberapa penyedia layanan di Tokyo menawarkan variasi modern dengan peti mati berwarna dan pilihan relaksasi berbeda untuk mengubah persepsi kematian.
Fuse mengatakan desain peti mati yang cerah sengaja dibuat untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap kematian.
Menurutnya, kematian tidak selalu harus dipandang menakutkan.
“Saya ingin orang memahami bahwa kematian bisa terlihat cerah dan tidak selalu menakutkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut justru bertujuan menumbuhkan semangat hidup.
“Sebelum seseorang memilih kematian yang tidak bisa kembali, saya ingin mereka merasakan kematian yang bisa dibalik,” kata Fuse.
Sejumlah mahasiswa yang pernah mencoba pengalaman tersebut mengaku mendapatkan perspektif baru.
Mereka mengatakan sesi itu membantu mengurangi ketakutan terhadap kematian sekaligus meningkatkan keinginan untuk menjalani hidup dengan lebih baik.
Komentar
Berita Terkait
-
Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang
-
Scroll X Ketemu Setan: Rahasia di Balik Suksesnya "Cuan" Film Horor Jalur Viral
-
Daftar Pemain dengan Followers 2 Juta di IG, Siapa yang Ajak Oklin Fia Check-in?
-
Siapa Pemain Keturunan yang Ajak Oklin Fia Check-in di Hotel? Ini Ciri-cirinya
-
Ananda Emira Moeis Anaknya Siapa? Gaya Bicaranya Saat Wawancara Viral di X
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur
-
Guru dari Aceh hingga Papua Pasang Badan untuk Nadiem, Bongkar Fakta Chromebook
-
Thailand Siapkan Mega Proyek Rp4000 Triliun, Bikin Jembatan Darat Saingi Selat Malaka
-
Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045
-
Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza
-
Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan
-
KPK Kulik Peran SATHU di Kasus Kuota Haji, Nama Khalid Basalamah Ikut Disorot
-
Sekjen PKB Soal Usul KPK Capres-Cawapres Harus Kader Partai: Itu Menarik
-
Penelitian Ungkap 98 Persen Klaim Lingkungan Perusahaan Daging Adalah Greenwashing