- Meditasi gaya baru di Jepang, disebut *coffin-lying*, melibatkan peserta berbaring di peti mati selama 30 menit untuk refleksi.
- Praktik ini bermula dari sebuah rumah duka di Prefektur Chiba dan bertujuan menenangkan pikiran serta menumbuhkan semangat hidup.
- Beberapa penyedia layanan di Tokyo menawarkan variasi modern dengan peti mati berwarna dan pilihan relaksasi berbeda untuk mengubah persepsi kematian.
Suara.com - Mental Anda terganggu? Mungkin Anda bisa mencoba meditasi untuk menenangkan pikiran. Cara meditasi yang umum biasanya duduk tenang di tempat nyaman, memejamkan mata, dan berfokus pada napas (tarik-hembus) selama 5-20 menit.
Nah bagaiamana dengan mencoba meditasi gaya baru di Jepang yang akhir-akhir ini sedang tren, meditasi di dalam peti mati.
Ya, Anda tak salah baca, di Jepang akhir-akhir sedang tren meditas di dalam peti yang disebut coffin-lying.
Praktik ini awalnya muncul dari sebuah rumah duka di Prefektur Chiba, namun kini semakin populer di kalangan pencari ketenangan dan pemerhati kesehatan mental.
Dalam praktik tersebut, peserta berbaring di dalam peti mati selama sekitar 30 menit untuk merenungkan kehidupan dan kematian.
Banyak orang mengikuti sesi ini untuk menenangkan pikiran sekaligus merefleksikan makna hidup.
“Ini adalah pengalaman meditasi di mana seseorang bisa memandang kehidupan dengan menyadari kematian,” ujar desainer peti mati sekaligus pendiri konsep ini, Mikako Fuse dilansir dari NY Post.
Tren ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental di Jepang. Negara tersebut diketahui mengalami lonjakan angka bunuh diri di kalangan anak muda dalam beberapa tahun terakhir.
Para pelaku bisnis yang menawarkan layanan ini percaya praktik tersebut dapat membantu seseorang menenangkan diri.
Baca Juga: Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang
Meditasi di ruang sempit seperti peti mati dianggap memberi kesempatan untuk menyendiri dan menata pikiran.
“Banyak orang yang mengikuti pengalaman peti mati ini berhasil mengurangi atau bahkan menghilangkan pikiran tentang kematian,” kata Fuse.
Kini berbagai tempat menawarkan pengalaman serupa dengan konsep yang lebih modern.
Salah satunya spa di Tokyo bernama Meiso Kukan Kanoke-in, yang menyediakan peti mati berwarna-warni dengan desain menarik.
Peserta bahkan bisa memilih pengalaman yang diinginkan selama sesi berlangsung.
Mereka dapat memilih peti mati terbuka atau tertutup, mendengarkan musik relaksasi, menonton video di langit-langit, atau menikmati keheningan total.
Berita Terkait
-
Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang
-
Scroll X Ketemu Setan: Rahasia di Balik Suksesnya "Cuan" Film Horor Jalur Viral
-
Daftar Pemain dengan Followers 2 Juta di IG, Siapa yang Ajak Oklin Fia Check-in?
-
Siapa Pemain Keturunan yang Ajak Oklin Fia Check-in di Hotel? Ini Ciri-cirinya
-
Ananda Emira Moeis Anaknya Siapa? Gaya Bicaranya Saat Wawancara Viral di X
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pengemudi Ojol yang Tewas Bersimbah Darah di Maros
-
Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
-
OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global
-
Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?
-
Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna
-
Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah
-
Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas
-
Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar
-
RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan