- Eskalasi militer AS-Israel dan Iran menyebabkan guncangan ekonomi global signifikan karena penutupan jalur vital Selat Hormuz.
- Dampak langsung berupa harga minyak mentah melonjak 24% menembus US$90 per barel, berpotensi mencapai US$100 per barel.
- Kekacauan logistik udara terjadi, menyebabkan pembatalan 40.000 penerbangan dan kenaikan tajam harga avtur secara global.
Suara.com - Eskalasi militer antara koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang kini telah berlangsung sekitar sepekan mulai memicu guncangan luar biasa pada perekonomian global.
Tidak lagi sekadar memantik ketegangan geopolitik, perang ini telah menciptakan kelumpuhan operasional nyata yang mengancam ketahanan energi, logistik, hingga bahan baku industri di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Tertutupnya jalur pelayaran vital di Selat Hormuz dan hancurnya sejumlah infrastruktur energi di kawasan Teluk membuat rantai pasokan dunia lumpuh.
Kondisi ini membawa mimpi buruk baru bagi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih, memicu kekhawatiran bahwa dampak perang ini akan jauh lebih buruk dibandingkan masa pandemi Covid-19.
Harga Minyak Menuju US$ 100 per Barel
Dampak paling instan langsung menghantam pasar energi global. Konflik ini telah melumpuhkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam dunia.
Akibat terhentinya aktivitas di Selat Hormuz, jalur yang dilalui seperlima produksi minyak dunia, sekitar 140 juta barel minyak atau setara 1,4 hari kebutuhan minyak dunia, tertahan. Fasilitas penyimpanan di kawasan Teluk mulai penuh, memaksa negara produsen seperti Irak memangkas produksi.
Harga minyak dunia pun merespons dengan beringas, melonjak 24% sepanjang pekan ini hingga menembus level US$ 90 per barel.
Kepala Ekonom Pasar Negara Berkembang di Capital Economics, William Jackson, memperingatkan bahwa harga minyak dapat meroket lebih tinggi.
Baca Juga: Dampak Harga Minyak Dunia Naik Mulai Terasa, di Sini BBM Sudah Batasi, SPBU Antre, dan Kampus Libur
“Jika konflik berkepanjangan dan terutama jika mempengaruhi pasokan minyak secara nyata, baik akibat gangguan pasokan Iran maupun upaya Iran untuk memblokir Selat Hormuz, hal itu dapat menyebabkan harga minyak melonjak, mungkin hingga sekitar US$100 per barel (sekitar Rp1,22 juta),” kata William Jackson, kepala ekonom pasar negara berkembang di Capital Economics, dalam catatan kepada klien, Selasa (10/3/2026).
Senada dengan itu, analis JP Morgan menegaskan dinamika pasar telah berubah drastis.
“Pasar kini bergeser dari sekadar memperhitungkan risiko geopolitik menjadi menghadapi gangguan operasional yang nyata, ketika penutupan kilang dan pembatasan ekspor mulai mengganggu pengolahan minyak mentah serta aliran pasokan regional," tulis analis JP Morgan dalam catatan riset, dikutip dari Reuters, pada Selasa (10/3/2026).
Krisis energi ini diperparah dengan status force majeure yang diumumkan Qatar untuk ekspor gasnya pasca-serangan drone Iran. Padahal, Qatar memasok sekitar 20% kebutuhan gas alam cair (LNG) dunia.
Kekacauan Penerbangan dan Logistik Udara
Di sektor transportasi, perang ini memicu gangguan terbesar bagi industri penerbangan sejak pandemi Covid-19. Penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah membuat dua hub transit terbesar di dunia, Bandara Dubai dan Doha, terdampak parah.
Berita Terkait
-
Dampak Harga Minyak Dunia Naik Mulai Terasa, di Sini BBM Sudah Batasi, SPBU Antre, dan Kampus Libur
-
Chappy Hakim: Era Smart War Dimulai, AI dan Drone Ubah Strategi Perang Modern
-
Kemlu RI Kawal Kepulangan 32 WNI dari Iran, Ini Jadwal Kedatangannya
-
10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana
-
Harga Minyak Dunia Mulai Meroket, BBM Indonesia Kapan Naik?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan