-
Harga minyak dunia melonjak tajam menyusul konflik bersenjata antara Iran, AS, dan Israel.
-
Produksi minyak Irak anjlok drastis 70 persen akibat penuhnya penyimpanan dan hambatan distribusi.
-
Analis memperingatkan potensi harga bahan bakar mahal akibat gangguan keamanan di Timur Tengah.
Suara.com - Ketegangan militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu guncangan hebat pada sektor energi global, salah satunya harga minyak dunia.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada nilai tukar komoditas minyak yang melonjak drastis pada perdagangan Senin.
Lonjakan ini membawa harga minyak dunia kembali ke titik tertinggi yang belum pernah terlihat sejak pertengahan 2022.
Berdasarkan data terbaru, minyak mentah Brent mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 16,4 persen atau sekitar 15,24 dolar AS.
Angka tersebut menempatkan harga Brent pada posisi 107,93 dolar per barel setelah sempat menyentuh level 111,04 dolar AS.
Tren serupa juga terjadi pada kategori West Texas Intermediate atau WTI yang diperdagangkan di Amerika Serikat.
Minyak jenis WTI mengalami kenaikan harga sebesar 16,50 dolar AS atau setara dengan 18,2 persen di pasar internasional.
Kini harga WTI bertengger di angka 107,40 dolar AS per barel meskipun sebelumnya sempat melesat hingga 111,24 dolar AS.
Pergerakan harga yang sangat agresif ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak pekan sebelumnya secara konsisten.
Dalam kurun waktu tujuh hari terakhir saja, harga Brent sudah terakumulasi naik hingga 27 persen.
Sementara itu, minyak mentah jenis WTI menunjukkan penguatan yang jauh lebih tajam dengan persentase 35,6 persen.
Pasar saat ini sedang dilanda kekhawatiran besar mengenai stabilitas distribusi minyak dari wilayah Timur Tengah.
Konflik yang kian meluas di kawasan tersebut memaksa sejumlah negara produsen utama untuk membatasi hasil produksi.
Fokus perhatian para pelaku pasar saat ini tertuju pada keamanan navigasi di wilayah Selat Hormuz.
Jalur pelayaran strategis ini sangat krusial karena menjadi urat nadi utama perdagangan energi dunia setiap harinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April