-
Donald Trump memberikan pernyataan yang membingungkan mengenai durasi intervensi militer AS di Iran.
-
Harga minyak dunia melonjak hingga US$ 100 per barel akibat ketidakpastian arah kebijakan AS.
-
Trump memicu kontroversi dengan menuduh Iran mengebom sekolahnya sendiri di kota Minab.
Ia bahkan melontarkan wacana mengenai pembangunan entitas negara baru di Iran pasca-konflik militer berakhir nanti.
Padahal, secara resmi pemerintahannya selalu menekankan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki ambisi untuk melakukan upaya pembangunan negara.
Dalam sebuah pertemuan dengan jajaran Partai Republik, Trump mengeluarkan pernyataan yang memancing perdebatan sengit di ruang publik.
Ia mengklaim pencapaian militer AS sudah besar, namun memberikan catatan yang dianggap tidak masuk akal oleh banyak pengamat.
Ia mengatakan bahwa kemenangan Amerika saat ini "belum cukup menang" dalam konteks operasi di Timur Tengah tersebut.
Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, segera melayangkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan Trump yang dianggap tanpa rencana.
Schumer menilai sang presiden hanya bergerak berdasarkan insting tanpa memiliki visi diplomatik yang terukur dan jelas.
Pergeseran Drastis Kebijakan Sanksi Minyak Global
Langkah mengejutkan diambil Trump dengan rencana melonggarkan pembatasan ekspor minyak bagi sejumlah negara tertentu di dunia.
Baca Juga: Sempat Tembus 119 Dolar AS, Harga Minyak Dunia Jatuh di Bawah 90 Dolar AS
Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk mendinginkan gejolak harga energi yang sedang mencekik banyak negara konsumen.
Langkah tersebut dianggap bertolak belakang dengan tekanan ekonomi yang selama ini diterapkan oleh pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya.
Trump beranggapan bahwa normalisasi perdagangan minyak bisa terjadi lebih cepat jika kesepakatan damai segera tercapai di wilayah tersebut.
Banyak analis menilai asumsi presiden ini terlalu optimistis dan tidak berpijak pada realitas ketegangan geopolitik di lapangan.
Agenda konferensi pers tersebut juga diwarnai oleh respons dingin terhadap tragedi kemanusiaan yang menewaskan banyak warga sipil.
Sebanyak 168 orang dilaporkan tewas di sebuah sekolah perempuan di Minab akibat hantaman rudal Tomahawk yang mematikan.
Trump menepis tudingan bahwa pasukannya melakukan kesalahan koordinasi target yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak warga.
Secara kontroversial, ia menuduh pihak Iran mungkin memiliki teknologi serupa dan menyerang fasilitas pendidikan mereka sendiri secara sengaja.
Klaim ini dilontarkan tanpa disertai bukti fisik atau intelijen yang valid kepada publik saat sesi tanya jawab.
Ketika para jurnalis mempertanyakan mengapa hanya presiden yang memegang teori tersebut, Trump mendadak mengubah nada bicaranya.
Ia berdalih tidak mengetahui secara mendalam detail peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan.
Sikap menarik diri ini semakin memperkeruh suasana diplomasi internasional yang sedang mencari jalan keluar dari krisis.
Strategi Amerika Serikat untuk keluar dari pusaran konflik Timur Tengah kini menjadi tanda tanya besar bagi para pemimpin dunia.
Kegagalan dalam menentukan sikap yang jelas berisiko membawa tatanan ekonomi global ke arah kerusakan yang jauh lebih parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
-
Kucing-kucingan dengan Media! Eks Jampidsus Febrie Dicecar Tim 9 Kejagung Soal Timbunan Emas 74 Kg
-
Review Lelaki-Lelaki Tanpa Perempuan: Tujuh Kisah Tentang Sepi dan Kehilangan
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor
-
Indosat Optimalkan Spektrum 700 MHz Perluas Jaringan 5G, Sinyal Indoor dan Fokus Wilayah Terpencil
-
Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik
-
Sisi Lain The East Palace: Banjir Plot Twist, Siapa Arwah Kolam Sebenarnya?
-
Xiaomi Watch 5 dan Smart Band 10 Pro Resmi Meluncur, AI Personal Trainer Bikin Olahraga Lebih Cerdas
-
Oknum Guru di Tanjungbalai Bantah Bawa Siswa SD ke Rumah untuk Dilecehkan Suami