- Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti stabilitas ekonomi nasional terganggu dampak konflik Timur Tengah.
- Pemerintah diminta segera mitigasi dampak lonjakan harga minyak dan pelemahan kurs Rupiah oleh DPR.
- DPR akan meminta mitra kerja pemerintah menyesuaikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026.
Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti dampak serius konflik di Timur Tengah yang mulai mengguncang stabilitas ekonomi nasional.
Mulai sempat terjadinya lonjakan harga minyak dunia hingga 25 persen serta melemahnya nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.000 per Dolar AS menjadi perhatian.
Merespons hal itu, Puan menegaskan bahwa pihaknya telah meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah mitigasi.
"Kami sudah meminta kepada pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk memitigasi hal ini," ujar Puan ditemui usai memimpin Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026),
Puan menjelaskan bahwa seiring dengan dimulainya masa persidangan DPR RI, komisi-komisi terkait akan segera memanggil mitra kerja dari pihak pemerintah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya strategi yang konkret guna meredam dampak kenaikan harga komoditas global terhadap ketahanan domestik.
"Hari ini DPR sudah mulai masuk atau memulai sidang. Tentunya nantinya di komisi yang terkait akan meminta kepada mitra-mitranya atau kepada pemerintah untuk memitigasi hal tersebut," jelasnya.
Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya penyesuaian postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.
Menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat agar anggaran negara tetap relevan dan mampu menahan guncangan dari situasi geopolitik yang dinamis.
Baca Juga: Pakar Pertahanan: Kesiapan Negara Hadapi Perang Modern Tercermin dari Kehidupan Sehari-hari
"Sehingga APBN 2026 nantinya bisa menyesuaikan dengan situasi global yang sedang terjadi pada saat ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Trump Optimis Perang Iran Segera Berakhir, Longgarkan Sanksi Minyak Global
-
Kala Media Sosial sebagai Medan Perang Baru Propaganda Global
-
Dampak Hebat Perang AS-Iran: Minyak Meroket hingga Harga BBM RI Terseret!
-
Pakar Pertahanan: Kesiapan Negara Hadapi Perang Modern Tercermin dari Kehidupan Sehari-hari
-
Presiden Prancis Ingatkan Donald Trump, Menggulingkan Rezim Iran Tak Semudah Menjatuhkan Bom
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April