- Presiden Putin menyatakan dukungan penuh Rusia kepada Mojtaba Khamenei, pemimpin baru Iran pengganti ayahnya setelah tewas diserang.
- Dukungan Rusia muncul saat Iran menghadapi ketegangan geopolitik, dengan Rusia menegaskan akan selalu menjadi mitra terpercaya Teheran.
- Moskow mengecam serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin Iran sebelumnya serta menyerukan penyelesaian konflik melalui diplomasi.
Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan dukungan penuh kepada pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang baru saja ditunjuk menggantikan ayahnya setelah tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pesan yang disampaikan kepada pemimpin baru Iran tersebut, Putin menegaskan komitmen Moskow untuk tetap berdiri bersama Teheran.
“Saya ingin menegaskan kembali dukungan penuh kami kepada Teheran serta solidaritas kami dengan sahabat-sahabat kami di Iran,” kata Putin dalam pesannya kepada Khamenei, dilansir dari The Moscow Times.
Ia juga menambahkan bahwa Rusia akan terus menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Iran.
“Rusia telah dan akan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Iran,” ujarnya.
Dukungan Putin kepada ulama Syiah berusia 56 tahun itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya meremehkan Mojtaba Khamenei dan menyebutnya sebagai sosok yang lemah.
Trump bahkan memperingatkan bahwa pemimpin baru Iran tersebut tidak akan bertahan lama tanpa persetujuannya.
Ancaman serupa juga datang dari Israel. Menanggapi situasi tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa Beijing menolak tindakan yang menargetkan pemimpin suatu negara.
“Iran adalah negara berdaulat. Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati,” kata juru bicara tersebut.
Baca Juga: Di Tengah Ancaman Perang, FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Digelar untuk Bawa Perdamaian
Rusia sendiri merupakan salah satu mitra terdekat Iran di panggung internasional. Moskow sebelumnya mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan agresi militer tanpa provokasi.
Putin juga mengutuk keras pembunuhan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, yang tewas pada 28 Februari.
Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai 'pembunuhan yang sinis'.
Dalam pesannya kepada Mojtaba Khamenei, Putin menilai kepemimpinan baru Iran akan menghadapi tantangan besar di tengah konflik yang sedang berlangsung.
“Di saat Iran menghadapi agresi bersenjata, kepemimpinan Anda di posisi penting ini tentu membutuhkan keberanian dan dedikasi yang besar,” ujar Putin.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa pemimpin baru Iran mampu mempersatukan rakyatnya menghadapi masa-masa sulit.
Berita Terkait
-
Di Tengah Ancaman Perang, FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Digelar untuk Bawa Perdamaian
-
Mojtaba Khamenei Resmi Pimpin Iran, Hezbollah: Musuh-musuh Iran Akan Gemetar
-
Begini Cara Kerja Drone MQ-9 Reaper AS yang Ditembak Jatuh Militer Iran
-
Media Luar Ungkap Perang AS-Iran Terus Memanas, Ini Penyebabnya
-
Penyelidikan Serangan Sekolah Iran: Bukti Mengarah ke Rudal AS
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April