- Peningkatan eskalasi perang melawan Iran memicu lonjakan pembelotan dan penolakan pengerahan di tubuh militer Amerika Serikat.
- Organisasi nirlaba Center on Conscience & War mencatat banyak panggilan dari tentara AS yang menolak tugas perang ke Iran.
- Sentimen negatif tentara dipicu oleh serangan kemanusiaan di Minab dan ancaman risikonya akibat balasan presisi militer Iran.
“Saya baru mendapat telepon dari anggota militer yang dikerahkan ke Iran. Dia mengajukan permohonan Penolakan berdasarkan hati nurani. Dia juga mengatakan banyak teman seunitnya yang menolak perang di Iran. Dia akan membagikan nomor kontak kami kepada kawan-kawannya."
Muak dengan Pembantaian SIwsi SD di Minab
Salah satu pemicu utama meningkatnya moral prajurit Amerika yang enggan berperang adalah aspek kemanusiaan.
Banyak tentara AS yang merasa jijik setelah melihat dampak dari serangan udara yang menghantam infrastruktur sipil di Iran.
“Terkhusus, mereka menyampaikan rasa muak tentang pembantaian ratusan siswi SD di Minab oleh Angkatan Udara AS dan Israel," kata dia.
Lalu, sambungnya, banyak tentara AS yang sangat benci terhadap rezim Trump yang memerintahkan mereka mengebom kapal Iran di perairan internasional.
Insiden di Minab, Iran Selatan, menjadi titik balik sentimen negatif tersebut. Setidaknya 165 orang, yang mayoritas adalah anak perempuan, tewas dalam serangan udara yang diduga dilakukan oleh aliansi AS-Israel.
Laporan menyebutkan bahwa sekolah tersebut dihantam oleh dua serangan beruntun, di mana rudal kedua menghantam saat para penyintas dan petugas medis sedang berusaha menolong korban serangan pertama.
Meskipun pemerintahan Trump membantah keterlibatan mereka dan menyalahkan Iran atas "amunisi yang tidak akurat," bukti-bukti lapangan termasuk video dari kantor berita Mehr menunjukkan rudal jelajah Tomahawk milik AS menghantam pangkalan angkatan laut di samping sekolah tersebut.
Baca Juga: Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton
Bukti ini diperkuat oleh laporan The New York Times yang memojokkan klaim Gedung Putih.
Balasan Presisi dari Teheran
Di sisi lain, Iran membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah dilumpuhkan. Iran telah melakukan serangan balasan presisi ke titik-titik vital Amerika.
Sasaran Iran mencakup stasiun radar canggih, pangkalan militer, bahkan bagian CIA di kedutaan AS yang berada di Riyadh, Arab Saudi.
Tidak hanya itu, infrastruktur energi kritis di negara-negara Teluk yang menjadi sekutu AS juga tidak luput dari serangan Iran.
Hal ini menciptakan ketegangan luar biasa di internal militer AS, di mana para prajurit merasa bahwa perang ini tidak hanya tidak bermoral secara etis karena mengorbankan warga sipil, tetapi juga sangat berisiko bagi keselamatan mereka sendiri akibat kemampuan rudal Iran yang mampu menembus sistem pertahanan Amerika.
Berita Terkait
-
Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton
-
The Economist Kritik Habis Trump: Perang Anda Melawan Iran Tak Akan Berhasil
-
Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia
-
Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?
-
Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan
-
Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok
-
Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna
-
2 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Juli dan Awal Agustus 2026, Siap Panen Rezeki