News / Internasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 21:05 WIB
Mojtaba Khamenei (Istimewa)
Baca 10 detik
  • Mojtaba Khamenei resmi dilantik menjadi Pemimpin Agung Iran ketiga pada 8 Maret 2026.

  • Hezbollah memberikan dukungan penuh dan menyebut penunjukan ini sebagai ancaman nyata bagi musuh.

  • Transisi kepemimpinan terjadi setelah wafatnya Ali Khamenei akibat serangan udara di wilayah Teheran.

Dalam pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa Teheran tidak akan pernah tunduk pada aksi terorisme global.

“Di bawah kepemimpinan beliau, Iran tidak akan gentar menghadapi terorisme agresor, dan upaya untuk melemahkan revolusi serta pengorbanan para syuhada akan selalu gagal,” ujar Hezbollah.

Narasi ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan militer di wilayah pusat pemerintahan Republik Islam.

Hezbollah meyakini bahwa semangat para pejuang yang telah gugur akan terus menginspirasi kebijakan pemerintah baru.

Segala bentuk intervensi asing diyakini hanya akan menemui jalan buntu dan kegagalan total yang memalukan.

Hezbollah memberikan jaminan bahwa solidaritas antara kedua belah pihak akan tetap terjaga dengan sangat erat.

Mereka menyoroti bahwa aliansi militer negara Barat tidak akan memberikan pengaruh signifikan bagi nyali rakyat.

“Revolusi ini akan terus berjalan dengan kekuatan dan keteguhan di jalur Wilayat al-Faqih hingga mencapai kehormatan dan kemenangan,” tambahnya.

Prinsip Wilayat al-Faqih tetap menjadi kompas utama dalam menjalankan roda pemerintahan serta strategi pertahanan nasional.

Baca Juga: Penyelidikan Serangan Sekolah Iran: Bukti Mengarah ke Rudal AS

Hezbollah menegaskan, seluruh kekuatan Amerika Serikat dan Israel tidak akan mampu mematahkan tekad bangsa Iran.

Seluruh elemen dalam gerakan Hezbollah menyatakan siap sedia di bawah arahan komando kepemimpinan yang baru.

Mereka mengirimkan doa agar Mojtaba diberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks dan berat.

“Semoga Tuhan membimbing langkah beliau, melindungi dari konspirasi musuh, dan memperkuat Iran dalam menghadapi agresi,” tutup pernyataan resmi Hezbollah.

Harapan besar digantungkan agar Iran tetap menjadi mercusuar perlawanan bagi bangsa-bangsa yang mencari kemerdekaan hakiki.

Sinergi antara ulama dan militer dipandang sebagai kunci utama dalam menjaga keberlangsungan kedaulatan negara Iran.

Load More