-
Mojtaba Khamenei resmi dilantik menjadi Pemimpin Agung Iran ketiga pada 8 Maret 2026.
-
Hezbollah memberikan dukungan penuh dan menyebut penunjukan ini sebagai ancaman nyata bagi musuh.
-
Transisi kepemimpinan terjadi setelah wafatnya Ali Khamenei akibat serangan udara di wilayah Teheran.
Dalam pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa Teheran tidak akan pernah tunduk pada aksi terorisme global.
“Di bawah kepemimpinan beliau, Iran tidak akan gentar menghadapi terorisme agresor, dan upaya untuk melemahkan revolusi serta pengorbanan para syuhada akan selalu gagal,” ujar Hezbollah.
Narasi ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan militer di wilayah pusat pemerintahan Republik Islam.
Hezbollah meyakini bahwa semangat para pejuang yang telah gugur akan terus menginspirasi kebijakan pemerintah baru.
Segala bentuk intervensi asing diyakini hanya akan menemui jalan buntu dan kegagalan total yang memalukan.
Hezbollah memberikan jaminan bahwa solidaritas antara kedua belah pihak akan tetap terjaga dengan sangat erat.
Mereka menyoroti bahwa aliansi militer negara Barat tidak akan memberikan pengaruh signifikan bagi nyali rakyat.
“Revolusi ini akan terus berjalan dengan kekuatan dan keteguhan di jalur Wilayat al-Faqih hingga mencapai kehormatan dan kemenangan,” tambahnya.
Prinsip Wilayat al-Faqih tetap menjadi kompas utama dalam menjalankan roda pemerintahan serta strategi pertahanan nasional.
Baca Juga: Penyelidikan Serangan Sekolah Iran: Bukti Mengarah ke Rudal AS
Hezbollah menegaskan, seluruh kekuatan Amerika Serikat dan Israel tidak akan mampu mematahkan tekad bangsa Iran.
Seluruh elemen dalam gerakan Hezbollah menyatakan siap sedia di bawah arahan komando kepemimpinan yang baru.
Mereka mengirimkan doa agar Mojtaba diberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks dan berat.
“Semoga Tuhan membimbing langkah beliau, melindungi dari konspirasi musuh, dan memperkuat Iran dalam menghadapi agresi,” tutup pernyataan resmi Hezbollah.
Harapan besar digantungkan agar Iran tetap menjadi mercusuar perlawanan bagi bangsa-bangsa yang mencari kemerdekaan hakiki.
Sinergi antara ulama dan militer dipandang sebagai kunci utama dalam menjaga keberlangsungan kedaulatan negara Iran.
Dunia mencatat bahwa Mojtaba Khamenei mulai mengemban tanggung jawab besar ini secara resmi sejak 8 Maret 2026.
Penunjukan dirinya dilakukan setelah wafatnya Ali Khamenei yang mengejutkan publik internasional pada akhir Februari lalu.
Kejadian tersebut dipicu oleh operasi udara di wilayah Teheran yang melibatkan kekuatan militer asing yang masif.
Majelis Ahli bergerak cepat untuk menentukan penerus demi menjaga kekosongan kekuasaan di saat situasi darurat.
Kini Mojtaba berdiri sebagai pemimpin ketiga dalam garis sejarah panjang Republik Islam sejak revolusi meletus.
Lahir pada tahun 1969, Mojtaba bukan sekadar putra dari pemimpin sebelumnya, namun seorang ulama terkemuka.
Ia memiliki pemahaman mendalam mengenai hukum Syiah Dua Belas Imam yang menjadi landasan spiritual negara tersebut.
Meskipun sering berada di balik layar, pengaruhnya dalam menentukan arah kebijakan politik sangatlah besar dan nyata.
Keterlibatannya dalam berbagai keputusan strategis negara telah teruji selama bertahun-tahun di lingkungan kantor pemimpin tertinggi.
Publik melihatnya sebagai sosok yang tenang namun memiliki ketajaman dalam menganalisis peta konflik dunia saat ini.
Salah satu faktor kekuatan utama Mojtaba adalah koneksi erat yang ia miliki dengan unsur militer elite.
“Selama bertahun-tahun, ia memainkan peran kunci dalam dinamika politik Iran dan memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC),” kata seorang analis politik Iran.
Hubungan ini memastikan bahwa transisi kekuasaan berjalan mulus tanpa hambatan berarti di internal pemerintahan Teheran.
Banyak pengamat menilai bahwa posisi tawar Iran akan semakin menguat dengan dukungan penuh dari sektor pertahanan.
Pihak intelijen luar negeri pun terus memantau setiap langkah yang diambil oleh sang pemimpin baru tersebut.
Sebelum menduduki posisi puncak, Mojtaba memang jarang tampil di depan kamera untuk urusan birokrasi publik.
Namun, pengamat menilai, “Mojtaba adalah salah satu figur paling berpengaruh di sekitar kantor Pemimpin Agung, terlibat dalam keputusan strategis dan kebijakan penting negara.”
Kemampuannya dalam mengelola krisis telah diakui oleh lingkaran dalam pemerintahan dan para petinggi militer Iran.
Dengan pengalaman panjang tersebut, ia dianggap sebagai sosok yang paling siap menghadapi agresi bersenjata dari lawan.
Kini, seluruh dunia menantikan langkah diplomasi maupun militer yang akan diambil Iran di bawah kendali Mojtaba.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru