-
Praka Rico Pramudia gugur akibat luka serius dari serangan tank Merkava milik militer Israel.
-
Indonesia mendesak PBB melakukan investigasi transparan dan menuntut pertanggungjawaban atas serangan di Lebanon.
-
Almarhum merupakan prajurit TNI AD yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan misi perdamaian dunia.
Suara.com - Tragedi kemanusiaan melanda pasukan perdamaian dunia setelah prajurit TNI Praka Rico Pramudia dinyatakan gugur di Lebanon.
Luka fatal akibat serangan senjata berat militer Israel menjadi penyebab utama meninggalnya personel pasukan perdamaian ini.
Pemerintah Indonesia bereaksi keras dengan menuntut pengusutan tuntas atas insiden berdarah yang menimpa warga negaranya tersebut.
Kematian Rico menambah daftar panjang risiko tinggi yang dihadapi prajurit dalam misi stabilisasi di wilayah konflik.
Dukungan internasional kini mengalir untuk menghormati pengabdian terakhir sang prajurit bagi perdamaian di tanah Lebanon.
Serangan mendadak menggunakan alat utama sistem persenjataan berat tersebut menghancurkan perlindungan di markas Adchit Al Qusayr.
Praka Rico sempat menjalani perawatan medis intensif selama hampir satu bulan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
"UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman Kopral Pramudia serta Tentara Nasional Indonesia dan Pemerintah serta rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini," kata UNIFIL dalam pernyataan di X, Jumat (24/4/2026).
Pihak PBB mengakui dedikasi almarhum dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan yang terus bergejolak.
Baca Juga: Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional
Kini fokus utama adalah memastikan kepulangan jenazah sang pahlawan ke pelukan keluarga di tanah air.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia segera mengambil langkah diplomatik tegas untuk merespons insiden serangan tank ini.
Pemerintah secara resmi meminta PBB melakukan tindakan nyata untuk membuktikan adanya pelanggaran dalam serangan tersebut.
"Indonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini," tulis Kemlu.
Upaya koordinasi pemulangan jenazah terus dilakukan dengan pihak otoritas terkait agar proses berjalan dengan lancar.
Publik menanti kejelasan hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti kronologi serangan proyektil tank Merkava itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia
-
AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah