- Badan intelijen Shin Bet memperketat keamanan rumah PM Benjamin Netanyahu di Yerusalem dengan patroli udara drone demi mengantisipasi potensi serangan balasan dari Iran.
- Sejumlah menteri senior Israel dievakuasi ke apartemen berbenteng, diwajibkan menggunakan kendaraan taktis (rantis), dan dilarang bebas memakai ponsel pintar.
- Kepanikan keamanan ini terjadi di tengah operasi militer gabungan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari yang telah memicu jatuhnya ribuan korban jiwa di Timur Tengah.
Suara.com - Ancaman balasan dari Militer Iran yang semakin nyata membuat otoritas keamanan di Tel Aviv kini berada dalam status siaga tinggi.
Mengantisipasi serangan mematikan tersebut, badan Intelijen Shin Bet mulai memperketat penjagaan di sekitar kediaman resmi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang terletak di wilayah pendudukan Yerusalem.
Langkah perlindungan ekstra ini juga memaksa sejumlah Pejabat Israel dari kabinet keamanan untuk mengubah prosedur operasional standar mereka dengan menggunakan Kendaraan Taktis atau rantis saat bepergian.
Menyitat New Arab, media lokal Israel pada Minggu (8/3/2026), melaporkan bahwa pengerahan armada pesawat tak berawak atau drone kini dilakukan secara non-stop untuk mengawasi rumah sang perdana menteri dari udara.
Penilaian tingkat ancaman yang sangat tinggi ini membuat keluarga dari beberapa menteri senior terpaksa dievakuasi secara diam-diam dari rumah mereka.
Para anggota keluarga pejabat tersebut kini dipindahkan ke sejumlah apartemen yang dibentengi secara khusus, sementara sebagian lainnya untuk sementara waktu diungsikan ke hotel-hotel tersembunyi.
Menurut laporan dari I24 Channel, kebijakan pengamanan berlapis ini ternyata memicu gelombang kritik di belakang layar dari menteri-menteri lain yang merasa tidak mendapat fasilitas perlindungan serupa akibat perbedaan status ancaman.
Selain ancaman serangan fisik, pihak keamanan internal juga baru-baru ini memperketat instruksi bagi para menteri terkait pembatasan ketat dalam penggunaan telepon seluler pribadi.
Langkah siber preventif ini diambil berdasarkan penilaian intelijen bahwa peretas yang didukung pemerintah Teheran berpotensi besar melancarkan serangan siber atau upaya phishing ke perangkat para petinggi negara.
Baca Juga: Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
Kepanikan yang melanda para elite pemerintahan ini tidak lepas dari trauma serangan pesawat tak berawak kelompok militan Hizbullah Lebanon yang pernah menargetkan kediaman pribadi sang pemimpin pada Oktober 2024 silam.
Pada insiden mengerikan di wilayah Kaisarea tersebut, dua dari tiga drone yang diluncurkan berhasil dicegat, sementara satu drone lainnya sukses menghantam rumah sang perdana menteri meski ia sedang tidak berada di tempat.
Baik media lokal maupun perdana menteri sendiri saat itu secara terbuka menyebut insiden penerobosan wilayah udara tersebut sebagai "assassination attempt".
Eskalasi perlindungan ini terjadi di tengah operasi militer mematikan yang dilancarkan secara gabungan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak tanggal 28 Februari lalu.
Kampanye militer berskala besar yang menjadi puncak ketegangan terkait program nuklir Teheran dan perang proksi puluhan tahun tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.255 warga Iran.
Secara bersamaan, militer Tel Aviv juga terus menggempur wilayah Lebanon yang mengakibatkan hampir 400 orang tewas dalam sepuluh hari terakhir dan memaksa lebih dari setengah juta penduduk kehilangan tempat tinggal.
Berita Terkait
-
Diancam Kehancuran Total oleh AS, Teheran Peringatkan Donald Trump: Anda yang Bakal Binasa!
-
Perang Iran Bakal Pecah Lagi! Sekutu Zionis Kirim Kapal Perang, Netanyahu Makin Nafsu
-
Hilang dari Publik, Media Iran Rilis 5 Indikator Benjamin Netanyahu Tewas
-
Konflik Kian Panas, Iran Tutup Pintu Gencatan Senjata Lawan Rezim Zionis
-
Benjamin Netanyahu Menghilang saat Israel Jadi 'Neraka Dunia', Isu Meninggal Dunia Makin Kuat
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Amerika Serikat Mulai Nantang Rusia, Peringatkan Kremlin Tak Ikut Campur Perang Iran
-
GILA! Israel Beli 5.000 Bom Pintar dari Boeing, Buat Hancurkan Iran?
-
Ditembakkan Militer Israel, Ini Bahaya Peluru Fospor Putih untuk Anak dan Perempuan
-
Iran Mulai Tebar Ranjau di Selat Hormuz, Trump Beri Peringatan Keras
-
Diancam Kehancuran Total oleh AS, Teheran Peringatkan Donald Trump: Anda yang Bakal Binasa!
-
Perang Iran Bakal Pecah Lagi! Sekutu Zionis Kirim Kapal Perang, Netanyahu Makin Nafsu
-
Hilang dari Publik, Media Iran Rilis 5 Indikator Benjamin Netanyahu Tewas
-
Menteri LH Pastikan Usut Pidana Longsor Bantargebang, Praktik Open Dumping Jadi Fokus
-
Konflik Kian Panas, Iran Tutup Pintu Gencatan Senjata Lawan Rezim Zionis
-
Tragedi Bantargebang Disebut Terbesar Kedua, Menteri LH Desak Praktik Open Dumping Segera Dihentikan