-
Kantor Berita Tasnim mengklaim Benjamin Netanyahu tewas atau terluka dalam serangan balasan baru-baru ini.
-
Kehadiran Netanyahu di publik menghilang selama empat hari tanpa adanya bukti video terbaru yang rilis.
-
Utusan Amerika Serikat secara mendadak membatalkan kunjungan resmi ke Israel tanpa alasan yang jelas.
Suasana semakin penuh teka-teki ketika utusan Amerika Serikat secara mendadak membatalkan agenda perjalanan mereka.
Steve Witkoff dan Jared Kushner yang seharusnya tiba di Israel pada hari Selasa mendadak mengurungkan niat.
Padahal kunjungan tersebut sangat krusial untuk membahas kelanjutan perang besar yang sedang berlangsung dengan Iran.
Hingga saat ini tidak ada komentar resmi baik dari pihak Gedung Putih maupun dari Tel Aviv.
Banyak pihak menduga pembatalan ini berkaitan dengan situasi darurat yang sedang disembunyikan oleh pihak otoritas Israel.
Ada juga selentingan mengenai perselisihan antara Washington dan Tel Aviv soal rencana serangan ke fasilitas minyak.
Namun yang paling mencolok bagi pengamat adalah sikap diam total dari kantor pusat Benjamin Netanyahu.
Ketiadaan bantahan resmi terhadap klaim media Iran membuat spekulasi liar di media internasional sulit dibendung.
Konflik yang pecah sejak akhir Februari ini telah menelan korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar.
Baca Juga: Korea Utara Bela Iran, Dukung Penuh Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS Israel
Total kematian saat ini telah melampaui angka 2.000 jiwa dengan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Perang ini juga telah meluas melibatkan kelompok Hizbullah di wilayah perbatasan utara Israel yang kian memanas.
Ketegangan di Yaman yang melibatkan kelompok Houthi juga menambah rumit peta konflik di Timur Tengah saat ini.
Dunia internasional kini terus menanti kemunculan fisik Benjamin Netanyahu untuk memastikan kebenaran berita dari Teheran tersebut.
Jika klaim Tasnim terbukti benar maka peta politik dan militer di kawasan tersebut akan berubah drastis.
Publik masih menunggu apakah Israel akan segera merilis bukti visual untuk mengakhiri badai spekulasi global ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Aksi Korve Massal: Kapolda Metro Jaya dan Dua Menteri Sulap Pasar Kramat Jati Lebih Bersih
-
Warga Binaan Lapas Cibinong Ikuti Gerakan Membaca Alkitab untuk Pembinaan Rohani
-
Iran Disebut Dapat Bantuan Nuklir Korea Utara, Pakar Militer AS Peringatkan Trump
-
Ucapkan Selamat HUT ke-12 Suara.com, Anies Baswedan: Terus Bernyali untuk Menjaga Demokrasi!
-
Tok! Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Gus Yaqut, Status Tersangka Korupsi Kuota Haji Sah
-
Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 4 Pemuda dan 12 Senjata Tajam Diamankan
-
Marak OTT Kepala Daerah, Sekjen Golkar: Barangkali Politik Kita Terlalu Mahal
-
Korea Utara Bela Iran, Dukung Penuh Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS Israel
-
Bisa Diproses Hukum, Polri: Warga yang Dipalak THR Laporkan ke Hotline 110
-
Siap-siap Hujan Rudal Iran