- Akademisi menyoroti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar fokus pada mandat pengelolaan pertahanan negara.
- Penguatan pertahanan harus menjaga peran masyarakat sipil dan tetap dalam koridor demokrasi kontrol sipil.
- Kementerian Pertahanan disarankan fokus konsolidasi militer, industri pertahanan, dan strategi menghadapi ketegangan global.
Suara.com - Sejumlah akademisi dan peneliti menyoroti kinerja Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar tetap fokus pada mandat utama pengelolaan pertahanan negara.
Mereka menilai kementerian pertahanan tidak seharusnya terlalu jauh masuk ke wilayah kebijakan di luar tugas pokoknya.
Sorotan ini muncul di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tengah membangun desain keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Para akademisi mengingatkan bahwa strategi pertahanan harus tetap berada dalam koridor demokrasi dan kontrol sipil.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Heru Susetyo, menegaskan penguatan pertahanan tidak boleh hanya dimaknai sebagai memperkuat institusi militer.
Menurutnya, sistem pertahanan negara juga harus menjaga peran masyarakat sipil.
“Pertahanan negara yang kuat bukan hanya soal memperkuat TNI atau aparat keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat sipil tetap menjadi pilar utama dalam sistem demokrasi,” ujar Heru.
Pandangan serupa disampaikan pakar hubungan internasional Connie Rahakundini Bakrie.
Ia menilai dinamika geopolitik global memang mendorong banyak negara meningkatkan kapasitas pertahanannya, tetapi strategi keamanan harus tetap terukur.
Baca Juga: Menhan Banyak Urusan, Gian Kasogi: Isu Keamanan Jangan Jadi Instrumen Politik Menuju 2029
“Strategi keamanan nasional harus dirumuskan secara matang dan berbasis kepentingan nasional jangka panjang,” kata Connie.
Connie menilai kementerian pertahanan sebaiknya fokus pada konsolidasi kekuatan militer, pembangunan industri pertahanan, serta strategi menghadapi ketegangan global.
Sementara itu, dosen hubungan internasional Universitas Nasional Jakarta, Robi Nurhadi, mengingatkan bahwa tantangan keamanan modern tidak hanya bersifat militer.
Perubahan konstelasi politik global dan rivalitas kekuatan besar juga harus menjadi perhatian.
“Karena itu kebijakan pertahanan harus diarahkan pada penguatan kapasitas strategis negara, bukan justru melebar ke berbagai sektor kebijakan lain,” ujarnya.
Peneliti kebijakan publik Gian Kasogi bahkan menilai muncul persepsi di ruang publik bahwa Menteri Pertahanan kini terlihat seperti “menteri banyak urusan”.
Berita Terkait
-
Menhan Banyak Urusan, Gian Kasogi: Isu Keamanan Jangan Jadi Instrumen Politik Menuju 2029
-
Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?
-
Purbaya Terburu-buru! Mendadak Prabowo Minta Para Menteri Kumpul di Danantara Sore Ini, Ada Apa?
-
Perjanjian Dagang RIAS Digugat ke PTUN, DPR Dikritik Tak Kritis Jalankan Fungsi Pengawasan
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
-
Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat
-
Anies Ingatkan Indonesia Tak Boleh Bungkam di Tengah Ketidakadilan Global: Ada Kontrak dengan Dunia
-
Dipanggil KPK Saat Praperadilan, Kubu Yaqut Cium Indikasi Intervensi: Ini Sangat Aneh
-
Menhaj Tegaskan Persiapan Haji 2026 Tetap On Schedule di Tengah Situasi Timur Tengah