- Jalur fungsional Tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Prambanan siap beroperasi untuk mudik Lebaran 2026, persiapan telah mencapai 95%.
- Jalur ini dibuka fungsional tanggal 16-29 Maret 2026, hanya melayani satu arah dari Yogyakarta pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
- Pengendara yang melintasi segmen fungsional tersebut tidak dikenakan biaya alias gratis selama operasional terbatas.
Suara.com - Jalur fungsional Tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Prambanan di Kabupaten Sleman dipastikan siap beroperasi untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Kini persiapan sudah mencapai 95 persen.
"Bisa kami bilang sudah 95 persen. Ini hanya merapikan saja, untuk jalur main road sudah selesai semua," kata Manajer Pengendalian Tol Jogja-Solo Paket 1.2, Bachtiar Yusuf kepada wartawan di lokasi proyek, Rabu (11/3/2026).
Bachtiar memastikan bahwa infrastruktur utama jalur tersebut telah rampung dikerjakan. Saat ini, fokus pengerjaan hanya menyisakan tahap penyelesaian akhir pada beberapa titik tertentu guna menjamin keamanan pengguna jalan saat dibuka secara fungsional.
Jalur fungsional ini dijadwalkan akan mulai dibuka pada tanggal 16-29 Maret 2026 mendatang. Mulai dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
"Untuk malam sementara tidak kami buka karena untuk penerangan juga masih belum optimal," ujarnya.
Pada periode mudik kali ini, jalur fungsional Tol Jogja-Solo ruas Tol Purwomartani-Prambanan hanya akan melayani kendaraan yang bergerak satu arah, yakni dari arah Yogyakarta.
Kendaraan dari arah Yogyakarta dapat masuk melalui Gerbang Tol (GT) Purwomartani menuju arah Klaten, Solo, dan wilayah sekitarnya.
Sementara kendaraan dari arah sebaliknya yang menuju Yogyakarta masih harus keluar melalui Gerbang Tol Prambanan yang berada di Klaten.
"Kalau kami menyebutnya dari arah masuk. Jadi dari arah Yogyakarta masuk GT Purwomartani menuju Solo bisa, ke Jakarta bisa, ke Surabaya juga bisa. Untuk yang masuk ke DIY sementara masih lewat (GT) Prambanan," tuturnya.
Baca Juga: Tren Kenaikan Arus Lalu Lintas di Ruas Regional Nusantara, Tol Jogja-Solo Naik 37 Persen
Terkait biaya, pengendara yang melintasi jalur fungsional dari Purwomartani hingga Prambanan tidak akan dikenakan biaya alias gratis.
Namun, tarif normal akan mulai berlaku saat kendaraan memasuki jalur operasional reguler menuju gerbang keluar tol lainnya.
"Untuk jalur fungsional dari Purwomartani sampai dengan Prambanan itu tanpa biaya. Tapi kalau dari rekan-rekan keluar ke arah Klaten, ke arah Polanharjo, ke Banyudono itu tarif berlaku normal seperti biasa," tandasnya.
Disampaikan Bachtiar, mengenai aspek keselamatan, pihaknya telah memasang berbagai perangkat pengamanan jalan di sepanjang jalur fungsional tersebut. Termasuk rambu-rambu sementara hingga water barrier.
Meskipun ada beberapa bagian yang masih menggunakan pembatas sementara. Pengamanan tetap dioptimalkan di titik-titik krusial.
"Kami sediakan guardrail menerus di beberapa titik, kurang lebih sekitar 10-11 km sudah kami sediakan guardrail. Untuk sisanya 1 km kami masih menggunakan tolo-tolo bambu," terangnya.
Berita Terkait
-
Tren Kenaikan Arus Lalu Lintas di Ruas Regional Nusantara, Tol Jogja-Solo Naik 37 Persen
-
Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Tembus 75,7 Persen, Siap Rampung Desember 2025
-
Jalan Tol Solo-Jogja Gratis Selama Libur Nataru, Cek Tanggalnya!
-
Lancarkan Arus Balik Lebaran 2024, Jalan Tol Jogja-Solo Beroperasi Satu Arah
-
Duduk Persoalan Kadus Palak Nenek Jumirah Rp1 Miliar dari Dana Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok