News / Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 17:05 WIB
Analisis mendalam strategi perang atrisi Iran dalam menghadapi gempuran militer skala besar Amerika Serikat dan Israel. (BBC)
Baca 10 detik
  • WHO memperingatkan hujan hitam di Tehran akibat serangan fasilitas minyak yang berpotensi ancam kesehatan publik.
  • Fenomena hujan bercampur residu minyak terjadi setelah pemboman kilang minyak memicu kebakaran besar dan asap hitam.
  • Pemerintah Iran mengimbau warga Tehran tetap di rumah untuk menghindari paparan udara beracun berbahaya.

Suara.com - World Health Organization (WHO) memperingatkan munculnya fenomena black rain atau hujan hitam di Tehran setelah serangkaian serangan AS-Israel terhadap fasilitas minyak.

Badan kesehatan PBB itu menilai hujan bercampur residu minyak berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius bagi masyarakat.

WHO menyatakan telah menerima banyak laporan tentang hujan yang tercampur partikel minyak sepanjang pekan ini.

Fenomena tersebut muncul setelah kilang minyak di Tehran dibombardir, memicu kebakaran besar dan awan asap hitam yang menutupi langit kota.

Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, menegaskan fenomena tersebut menjadi ancaman nyata bagi kesehatan publik.

“Hujan hitam dan hujan asam yang menyertainya benar-benar menimbulkan bahaya bagi masyarakat, terutama bagi sistem pernapasan,” kata Lindmeier dalam konferensi pers di Jenewa dilansir dari Aljazeera.

Menurutnya, pemerintah Iran telah mengeluarkan imbauan agar warga tetap berada di dalam rumah demi menghindari paparan udara beracun.

WHO menilai langkah tersebut sebagai tindakan yang masuk akal di tengah situasi saat ini.

“Dengan adanya kilang minyak yang terbakar dan kualitas udara yang sangat buruk, tetap berada di dalam ruangan adalah langkah yang sangat baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal

Lindmeier menjelaskan bahwa serangan terhadap instalasi energi memicu pelepasan besar-besaran zat beracun ke atmosfer.

Di antaranya hidrokarbon, oksida sulfur, serta senyawa nitrogen yang dapat mencemari udara dan hujan.

Para ahli memperingatkan paparan asap dan partikel berbahaya dapat memicu sakit kepala, iritasi kulit, iritasi mata, hingga kesulitan bernapas.

Dalam jangka panjang, paparan zat kimia tertentu juga disebut dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.

Kontributor: M.Faqih

Load More