- Mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton memprediksi Trump akan menyalahkan Netanyahu jika operasi gabungan terhadap Iran gagal.
- Loyalitas Trump dinilai berdasarkan hasil akhir semata; ia selalu menghindari tanggung jawab atas kegagalan politik strategis.
- Aliansi erat AS-Israel era Trump bersifat transaksional, kekuatannya bergantung pada hasil kemenangan yang dapat dijual ke publik.
Suara.com - Hubungan yang selama ini tampak mesra antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diprediksi bisa berbalik menjadi permusuhan.
Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton meyakini bahwa Trump tidak akan segan menjadikan Netanyahu sebagai kambing hitam jika operasi militer gabungan terhadap Iran berakhir dengan kegagalan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Newsweek, Bolton yang dikenal sangat memahami pola pikir mantan atasannya itu, membeberkan analisisnya.
Menurutnya, loyalitas Trump tidak pernah didasari oleh ideologi atau persahabatan, melainkan murni pada hasil akhir.
Bagi Donald Trump, dunia ini hanya hitam dan putih yang artinya adalah hanya ada pemenang atau pecundang.
Bolton menjelaskan bahwa Trump memiliki mekanisme pertahanan diri politik yang sangat kuat, di mana ia akan selalu berusaha menjaga citra dirinya bersih dari noda kegagalan dengan cara melimpahkan kesalahan kepada orang lain.
"Saya hampir bisa menjamin bahwa Trump akan menyalahkan Netanyahu. Mengapa? Karena dalam dunianya, tidak ada ruang untuk kegagalan kolektif," ucap John Bolton.
Ia menambahkan, sifat narsistik Trump membuatnya mustahil untuk menerima tanggung jawab atas sebuah kegagalan strategis.
Jika eskalasi militer melawan Iran tidak memberikan hasil yang memuaskan atau lebih buruk lagi, justru merugikan kepentingan AS maka narasi akan dengan cepat diubah.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz
Netanyahu yang selama ini dipuja sebagai sekutu terdekat, bisa dalam sekejap menjadi figur yang paling disalahkan.
Analisis ini membuka tabir di balik aliansi AS-Israel yang selama ini terlihat sangat solid.
Bolton menilai, klaim Trump sebagai presiden paling pro-Israel hanyalah bagian dari sebuah hubungan yang sifatnya transaksional. Ada harga yang harus dibayar atas dukungan Washington.
Jika investasi politik dan militer yang telah digelontorkan tidak menghasilkan sebuah kemenangan yang bisa dijual kepada para pemilih di Amerika, maka aliansi tersebut dengan cepat akan kehilangan nilainya.
Peringatan dari Bolton ini menjadi sebuah pengingat bagi Tel Aviv bahwa dukungan dari Gedung Putih di era Trump adalah pedang bermata dua yang sangat rapuh dan bergantung sepenuhnya pada hasil di medan perang.
Berita Terkait
-
Akhirnya! Rudal Kiamat Iran Meluncur Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait
-
Harga Minyak Bikin AS Ngos-ngosan, Sanksi Rusia akan Diperingan? Ini 5 Faktanya
-
Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?
-
Vladimir Putin Batuk, Amerika Serikat dan Sekutunya Ketar-ketir
-
Muka Dua Inggris: Ngaku Tak Dukung Serangan AS-Israel tapi Larang Aksi Damai Pro Iran
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Polri Targetkan Bhabinkamtibmas Jadi Super Polisi yang Serba Bisa Penolong Masyarakat
-
BPOM: 70 Persen Pangan Ilegal Impor di RI Berasal dari Malaysia, Banyak Masuk Jalur Tikus
-
Akhirnya! Rudal Kiamat Iran Meluncur Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait
-
Harga Minyak Bikin AS Ngos-ngosan, Sanksi Rusia akan Diperingan? Ini 5 Faktanya
-
Sebelum Targetkan Rute Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Pemerintah Prioritaskan Bereskan Satu Hal Ini
-
7 Fakta OTT KPK yang Menjerat Bupati Rejang Lebong dan Wakilnya
-
Vladimir Putin Batuk, Amerika Serikat dan Sekutunya Ketar-ketir
-
Muka Dua Inggris: Ngaku Tak Dukung Serangan AS-Israel tapi Larang Aksi Damai Pro Iran
-
Guru Besar UGM di HUT ke-12 Suara.com: Jadilah Suara yang Lantang Mencari Kebenaran
-
Ketegangan Memuncak, Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz