News / Nasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 08:49 WIB
Prabowo dalam acara syukuran satu tahun berdirinya Danantara, Rabu (11/3/2026). (Dok. Bakom RI)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa krisis global merupakan ujian yang dapat menjadi batu loncatan bagi Indonesia.
  • Pemanfaatan kekayaan alam Indonesia diyakini mampu memperkuat negara dan mempercepat pencapaian swasembada pangan serta energi.
  • Indonesia akan mempercepat pengembangan energi terbarukan, termasuk pembangunan PLTS sebesar 100 GW untuk mengurangi ketergantungan impor BBM.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto bicara mengenai penciptaan peluang dari krisis yang datang. Hal ini diungkapkan saat kepala negara menyinggung situasi dunia dalam ketidakpastian, di antaranya akibat konflik geopolitik. 

Imbasnya ancaman krisis membayangi dunia. Kendati demikian, Prabowo meyakini dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki,  Indonesia bisa semakin kuat dan melalui krisis yang saat ini melanda dunia.

"Krisis adalah ujian, batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," kata Prabowo dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Situasi dunia saat ini, Prabowo melanjutkan, mendorong Indonesia untuk mempercepat swasembada pangan dan energi. Sebab, ketersediaan pangan dan energi sangat vital dalam keadaan krisis.

Di bidang pangan, Indonesia sudah berhasil mencapai swasembada beras. Prabowo ingin Indonesia juga segera swasembada jagung maupun bahan pangan lainnya.

"Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa atasi masalah ini," ujar Prabowo. 

Sedangkan di bidang energi, Prabowo mendorong pemanfaatan sawit dan singkong untuk bahan bakar pengganti BBM. Dengan begitu, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Saat ini Indonesia sudah tak lagi impor BBM jenis Solar berkat pengembangan biodiesel dari kelapa sawit.

Potensi-potensi energi terbarukan, mulai dari panas bumi hingga surya juga akan dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

"Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, tebu. Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia. Belum dieksploitasi sepenuhnya," kata Prabowo. 

Baca Juga: Prabowo Patok Target RoA Danantara Di Atas 5 Persen

Khusus untuk energi surya, Prabowo telah memerintahkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW).

"Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," kata Prabowo.

Load More