News / Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 10:23 WIB
Pelabuhan Salalah Oman (ONA)
Baca 10 detik
  • Fasilitas tangki bahan bakar di Pelabuhan Salalah Oman terbakar akibat serangan drone misterius.

  • Maersk menghentikan operasional pelabuhan sementara waktu meski pasokan minyak nasional Oman diklaim aman.

  • Presiden Iran menjanjikan investigasi atas insiden tersebut setelah mendapat kecaman dari Sultan Oman.

Suara.com - Kawasan strategis Pelabuhan Salalah Oman mendadak mencekam setelah sebuah drone Iran menghantam fasilitas penyimpanan energi.

Insiden ini terjadi pada Rabu (11/3) ketika eskalasi militer antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat memanas.

Asap tebal membubung dari salah satu tangki bahan bakar yang menjadi sasaran utama serangan udara tersebut.

Petugas pertahanan sipil segera dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang melahap tangki tersebut.

Pemerintah setempat memberikan peringatan bahwa upaya pemadaman ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

"Serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar di dua tangki bahan bakar, meskipun tidak ada korban jiwa yang tercatat di antara staf pelabuhan atau penduduk," tulis kantor berita ONA.

Pihak Oman News Agency melaporkan bahwa penanganan kebakaran tersebut mungkin memakan waktu mengingat skala api yang cukup besar.

Meski terjadi kerusakan pada infrastruktur penyimpanan, otoritas energi memastikan keamanan distribusi bahan bakar nasional tetap terjaga.

Seorang pejabat Kementerian Energi menegaskan serangan tersebut tidak mengganggu pasokan minyak maupun produk turunan minyak di negara tersebut.

Baca Juga: Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran

Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan pasar energi domestik yang sempat khawatir akan kelangkaan pasokan minyak bumi.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sistem distribusi masih berjalan normal di luar area terdampak kebakaran tersebut.

Perusahaan keamanan maritim Ambrey memberikan konfirmasi bahwa fasilitas penyimpanan di Oman memang menjadi target serangan drone.

Laporan intelijen mereka menyebutkan bahwa tidak ada kapal dagang yang mengalami kerusakan fisik akibat ledakan drone itu.

Namun, ketidakpastian keamanan ini memaksa raksasa pelayaran dunia, Maersk, untuk mengambil langkah evakuasi operasional yang drastis.

Pihak manajemen Maersk mengatakan seluruh operasi di Pelabuhan Salalah dihentikan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan ini diambil guna menjamin keselamatan awak kapal dan aset logistik yang berada di sekitar pelabuhan.

Asal-usul pesawat tak berawak yang memicu kekacauan di pelabuhan tersibuk Oman tersebut hingga kini masih misterius.

Situasi ini mendorong Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, segera menghubungi pemimpin Oman untuk memberikan klarifikasi langsung secara personal.

Dalam pembicaraan telepon tersebut, Pezeshkian menyatakan bahwa insiden di Pelabuhan Salalah akan diselidiki dengan sangat serius dan mendalam.

Langkah diplomatik ini dilakukan demi menjaga hubungan baik antarnegara di tengah badai konflik yang melanda Timur Tengah.

Teheran berusaha memberikan jaminan bahwa stabilitas kawasan tetap menjadi prioritas mereka di tengah ketegangan militer saat ini.

Pemerintah Oman merespons kejadian ini dengan nada yang sangat tegas terhadap gangguan kedaulatan di wilayah teritorial mereka.

Melalui rilis resmi, Sultan Haitham juga menyampaikan ketidakpuasan serta mengecam serangan terhadap Oman secara terbuka kepada pemimpin Iran tersebut.

Kecaman ini mencerminkan kegelisahan negara-negara Teluk yang terjebak dalam pusaran konflik antara kekuatan besar dunia di kawasan.

Padahal sebelumnya, Presiden Pezeshkian sempat melontarkan pernyataan maaf kepada negara-negara Arab tetangga Iran karena terseret perangnya tersebut.

Janji perdamaian sebelumnya kini diuji dengan adanya ledakan drone yang menghantam aset vital milik kesultanan yang damai tersebut.

Presiden Iran memberikan pernyataan bahwa pihaknya tidak akan menargetkan negara-negara tetangga kecuali jika ada ancaman yang nyata.

Pezeshkian bahkan menjamin Iran tak akan menyerang negara-negara di Timur Tengah lagi kecuali menghadapi ancaman dari negara-negara tersebut.

Sultan Oman berharap agar penyelidikan yang dijanjikan pihak Iran dapat mengungkap dalang di balik serangan udara tersebut.

Untuk saat ini, pengamanan di sekitar Pelabuhan Salalah diperketat guna mengantisipasi adanya serangan drone susulan yang tidak terduga.

Publik internasional kini menanti hasil investigasi resmi untuk menentukan langkah politik selanjutnya di wilayah semenanjung Arab tersebut.

Load More