-
Perang hari ke-13 mengakibatkan 1.300 orang tewas dan ancaman terhadap aset ekonomi Amerika.
-
Mojtaba Khamenei dikabarkan terluka dalam serangan udara sementara Selat Hormuz resmi ditutup Iran.
-
Pemerintah Iran menolak tegas gencatan senjata sebelum ada jaminan keamanan permanen bagi negara.
Ketegangan meluas hingga ke wilayah Oman di mana sebuah tangki bahan bakar di Pelabuhan Salalah meledak akibat hantaman pesawat tanpa awak.
Hingga saat ini, otoritas pemadam kebakaran di Oman masih berjibaku memadamkan api yang berkobar hebat di area dermaga tersebut.
Identitas pengirim drone tersebut masih menjadi misteri, namun Presiden Masoud Pezeshkian segera melakukan koordinasi tingkat tinggi dengan Sultan Oman.
Pemimpin Iran tersebut berjanji akan melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap aktor di balik kekacauan di pelabuhan internasional itu.
Sementara itu, Sultan Haitham menyatakan kecamannya terhadap pelanggaran kedaulatan yang terjadi meski tidak menunjuk hidung pihak tertentu secara langsung.
Dampak paling nyata dari perang ini adalah lumpuhnya jalur logistik global setelah Teheran memutuskan untuk memblokir total akses Selat Hormuz.
Setidaknya tiga kapal komersial internasional dilaporkan terkena proyektil misterius saat mencoba melintasi jalur perdagangan minyak yang sangat krusial tersebut.
Kapal-kapal yang terdampak antara lain adalah Mayuree Naree dari Thailand, One Majesty milik Jepang, serta Star Gwyneth dari Kepulauan Marshal.
Kondisi psikologis warga di pihak lawan juga terguncang hebat akibat rentetan sirene udara yang tidak berhenti berbunyi sepanjang malam.
Baca Juga: Mengenal Kapal Perang US Fifth Fleet yang Masuk Bidikan Rudal Iran, Sudah Berumur31Tahun
Jutaan rakyat Israel terpaksa bermalam di dalam ruang bawah tanah karena hujan roket yang diluncurkan dari arah Iran dan wilayah Lebanon.
Banyak warga yang dilaporkan mengalami kepanikan luar biasa karena kapasitas tempat perlindungan yang tidak mampu menampung seluruh penduduk.
Di tengah desakan internasional, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa pihaknya tidak tertarik pada tawaran penghentian permusuhan sementara.
Ia menilai pengalaman sebelumnya membuktikan bahwa kesepakatan damai seringkali dikhianati oleh pihak Amerika Serikat maupun Israel sendiri.
Bagi Teheran, perjuangan bersenjata akan terus dilanjutkan hingga tercapai jaminan keamanan yang absolut bagi seluruh rakyat dan kedaulatan negara mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Asia Siaga Kenaikan Harga Minyak, RI Lirik Energi Nabati Sawit-Tebu
-
Jubir Militer Houthi Yaman: Iran Akan Hancurkan AS dan Rezim Zionis Israel!
-
Iran Bombardir Pangkalan Perang AS, 13 Antek Zionis Tewas dan 100 Luka-luka
-
DUAAARRR! Tanki BBM di Pelabuhan Oman Diserang Drone Peledak Iran, Api Berkobar
-
Bantah Donald Trump, Militer AS: Rudal Tomahawk Hancurkan Sekolah di Iran Milik Kami
-
Pengelolaan TMPN Kalibata Dialihkan ke Kemenhan, Target Resmi Mulai 1 April 2026
-
Usai Kalah di Praperadilan, Gus Yaqut Disebut Akan Penuhi Panggilan KPK Hari Ini
-
Mengenal Kapal Perang US Fifth Fleet yang Masuk Bidikan Rudal Iran, Sudah Berumur31Tahun
-
Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!
-
Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang