-
Fasilitas tangki bahan bakar di Pelabuhan Salalah Oman terbakar akibat serangan drone misterius.
-
Maersk menghentikan operasional pelabuhan sementara waktu meski pasokan minyak nasional Oman diklaim aman.
-
Presiden Iran menjanjikan investigasi atas insiden tersebut setelah mendapat kecaman dari Sultan Oman.
Suara.com - Kawasan strategis Pelabuhan Salalah Oman mendadak mencekam setelah sebuah drone Iran menghantam fasilitas penyimpanan energi.
Insiden ini terjadi pada Rabu (11/3) ketika eskalasi militer antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat memanas.
Asap tebal membubung dari salah satu tangki bahan bakar yang menjadi sasaran utama serangan udara tersebut.
Petugas pertahanan sipil segera dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang melahap tangki tersebut.
Pemerintah setempat memberikan peringatan bahwa upaya pemadaman ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
"Serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar di dua tangki bahan bakar, meskipun tidak ada korban jiwa yang tercatat di antara staf pelabuhan atau penduduk," tulis kantor berita ONA.
Pihak Oman News Agency melaporkan bahwa penanganan kebakaran tersebut mungkin memakan waktu mengingat skala api yang cukup besar.
Meski terjadi kerusakan pada infrastruktur penyimpanan, otoritas energi memastikan keamanan distribusi bahan bakar nasional tetap terjaga.
Seorang pejabat Kementerian Energi menegaskan serangan tersebut tidak mengganggu pasokan minyak maupun produk turunan minyak di negara tersebut.
Baca Juga: Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran
Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan pasar energi domestik yang sempat khawatir akan kelangkaan pasokan minyak bumi.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sistem distribusi masih berjalan normal di luar area terdampak kebakaran tersebut.
Perusahaan keamanan maritim Ambrey memberikan konfirmasi bahwa fasilitas penyimpanan di Oman memang menjadi target serangan drone.
Laporan intelijen mereka menyebutkan bahwa tidak ada kapal dagang yang mengalami kerusakan fisik akibat ledakan drone itu.
Namun, ketidakpastian keamanan ini memaksa raksasa pelayaran dunia, Maersk, untuk mengambil langkah evakuasi operasional yang drastis.
Pihak manajemen Maersk mengatakan seluruh operasi di Pelabuhan Salalah dihentikan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim
-
4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering
-
Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak
-
Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam