- Serangan rudal Iran dilaporkan merusak parah sistem radar Israel, membuat militer rezim Zionis kesulitan mendeteksi waktu peluncuran proyektil dan drone musuh.
- Kerusakan ini memicu kekacauan sistem peringatan dini, di mana rudal bisa menghantam tanpa peringatan, atau sirene berbunyi meski tidak ada serangan nyata.
- Situasi di lapangan semakin mencekam bagi warga Israel, sementara kemampuan utama pemerintahnya pasca-perang 12 hari diklaim hanya sebatas sensor media.
Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat menegangkan setelah Serangan Rudal Iran diklaim berhasil melumpuhkan Sistem Radar Israel secara fatal.
Situasi yang semakin mencekam ini memicu spekulasi luas di kalangan pengamat internasional mengenai apakah kekuatan pertahanan Rezim Zionis kini sedang berada di ambang kehancuran.
Laporan mengejutkan yang dirilis oleh Kantor Berita Tasnim menyebutkan bahwa Pasukan Militer Israel kini mengalami kebingungan luar biasa dalam mendeteksi ancaman udara yang datang silih berganti.
Gempuran hebat yang menargetkan infrastruktur deteksi musuh tersebut telah menyebabkan gangguan parah dalam membaca waktu peluncuran proyektil dari arah Teheran.
Menyitat Tasnim News, Kamis (12/3/2026), seorang sumber tepercaya mengungkapkan bahwa kemampuan pihak lawan untuk mengidentifikasi kedatangan pesawat tak berawak maupun rudal kini telah lumpuh secara drastis akibat rentetan serangan terbaru.
Akibat kerusakan fatal pada sistem peringatan dini tersebut, sirene tanda bahaya kini sering kali berbunyi secara tidak beraturan di seluruh wilayah pendudukan.
Mulai hari ini, beberapa proyektil mematikan yang diarahkan ke wilayah tersebut dilaporkan sukses menghantam target tanpa ada peringatan sama sekali bagi pihak pertahanan.
Serangan mendadak ini bahkan terbukti sangat mematikan karena proyektil yang jatuh sama sekali tidak menghadapi perlawanan serius dari sistem pertahanan udara musuh.
Menariknya lagi, sumber yang sama menyebutkan bahwa terkadang sirene peringatan justru berbunyi nyaring padahal sama sekali tidak ada peluncuran rudal yang dilakukan dari wilayah Iran.
Baca Juga: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Eks Pejabat FIFA Beberkan Aturan Mengejutkan Soal Tim Pengganti
Kondisi kacau balau ini membuat aparat keamanan setempat tidak bisa lagi memastikan apakah ketiadaan peringatan peluncuran benar-benar berarti wilayah mereka aman dari gempuran.
Sebaliknya, ketika sistem mereka mendeteksi adanya peringatan serangan, mereka juga tidak bisa lagi meyakini apakah benar-benar ada proyektil sungguhan yang sedang mengarah ke pemukiman.
“Ini merupakan perkembangan yang signifikan dan dapat menyebabkan kebingungan serius dalam sistem pertahanan mereka.”
Menurut klaim sumber intelijen tersebut, satu-satunya kemajuan nyata yang dicapai oleh kubu lawan sejak perang 12 hari hanyalah kehebatan kemampuan sensor media mereka.
Jika mengesampingkan kendali atas narasi media tersebut, kondisi nyata di lapangan bagi para penduduk di sana justru digambarkan sudah menjadi jauh lebih mengerikan bak di neraka.
Berita Terkait
-
Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik
-
Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata
-
Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur
-
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Eks Pejabat FIFA Beberkan Aturan Mengejutkan Soal Tim Pengganti
-
Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap
-
Kapolda Riau Beri Nama Nona Seroja untuk Anak Gajah di Tesso Nilo, Apa Maknanya?
-
Bak Film Laga! Penipu di Duren Sawit Dikejar-kejar Massa usai COD Motor Pakai Uang Palsu Rp12 Juta
-
Kata Istana Soal Rencana Kantin Sekolah di Wilayah 3T Bakal Diubah Jadi Dapur MBG
-
Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri
-
Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif