- Serangan AS dan sekutu ke Iran sejak 28 Februari menyebabkan sekitar 1.300 korban jiwa, sebagian besar sipil, akibat kesalahan penargetan fatal.
- Serangan 28 Februari AS menghantam sekolah putri di Minab, menewaskan siswi dan guru, disebabkan data intelijen yang kedaluwarsa.
- Israel menyerang gedung Majelis Ahli pada 2 Maret, namun serangan itu hanya mengenai bangunan kosong yang sudah lama tidak difungsikan.
Suara.com - Serangkaian serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Israel ke wilayah Iran kini berada di bawah sorotan tajam.
Dua insiden besar menunjukkan kegagalan intelijen yang fatal, di mana target yang dihancurkan ternyata bukan sasaran strategis yang valid, melainkan fasilitas sipil dan gedung kosong.
Dugaan kuat mengarah pada penggunaan data penargetan yang sudah kedaluwarsa.
Agresi militer yang berlangsung sejak 28 Februari tersebut telah menelan korban jiwa hingga 1.300 orang di Iran.
Sebagian besar dari korban adalah warga sipil, termasuk anak-anak sekolah, yang menjadi korban langsung dari kesalahan tragis ini.
Insiden pertama yang paling memilukan terjadi pada 28 Februari. Sebuah serangan rudal Amerika Serikat menghantam sekolah dasar putri Shajareh Tayyebeh di kota Minab, menyebabkan bangunan itu luluh lantak.
Akibatnya sedikitnya 168 siswi dan 14 guru dilaporkan tewas di lokasi.
Belakangan, investigasi internal militer AS yang dilaporkan oleh kantor berita Reuters pada Rabu (11/3/2026) menyimpulkan bahwa serangan tersebut memang sebuah kesalahan.
Akar masalahnya diduga kuat berasal dari data penargetan yang sudah tidak relevan.
Para ahli yang memverifikasi rekaman video mengonfirmasi bahwa senjata yang digunakan adalah rudal Tomahawk Land Attack Missile (TLAM) milik Angkatan Laut AS.
Baca Juga: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Eks Pejabat FIFA Beberkan Aturan Mengejutkan Soal Tim Pengganti
Faktanya lokasi sekolah tersebut memang berdekatan dengan pangkalan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Menurut laporan TIME, gedung sekolah itu dulunya merupakan bagian dari fasilitas militer. Namun, properti itu telah diubah fungsinya menjadi lembaga pendidikan bagi anak-anak prajurit dan warga sipil bertahun-tahun lalu, sebuah fakta krusial yang tampaknya luput dari data intelijen AS.
Kesalahan serupa terulang hanya beberapa hari kemudian. Pada 2 Maret, militer Israel dengan percaya diri mengklaim telah berhasil menyerang gedung Majelis Ahli (Assembly of Experts) Iran.
Lembaga ini memiliki peran vital, yakni bertugas memilih Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pasca-terbunuhnya Ayatollah Ali Khamenei.
Namun, klaim tersebut segera terbantahkan. Laporan media Israel, Channel 12 mengungkap bahwa serangan itu hanya mengenai gedung yang kosong melompong.
Media Iran, Mehr juga mengonfirmasi bahwa gedung Majelis Ahli di Kota Qom yang menjadi sasaran itu adalah bangunan tua yang sudah lama tidak lagi digunakan untuk pertemuan resmi.
Kedua insiden ini secara gamblang menunjukkan konsekuensi mematikan dari penggunaan data intelijen yang usang.
Berita Terkait
-
Iran Rusak Sistem Keamanan Udara Israel, Rezim Zionis Kocar-kacir Sulit Halau Rudal 'Kiamat'
-
Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik
-
Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata
-
Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur
-
Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno
-
Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria hingga Tewas dari Lantai Dua Tempat Biliar
-
Pengeroyok Dico di Biliar Grogol Diciduk! Dua Pelaku Ternyata Masih Bocah di Bawah Umur
-
Makan Gratis Tak Boleh Sekadar Kenyang, Wajib Jadi Senjata Pamungkas Hapus Kemiskinan!
-
Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo
-
Sadis! Pemuda Tewas di Biliar Grogol Sengaja Dijatuhkan dari Lantai 2 usai Cekcok Mabuk Miras
-
Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M
-
Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan
-
Tito Karnavian Siap 'Tempur' Bahas RUU Pemilu: Apa Pun Skenarionya Kami Siap
-
Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM