- Menteri Agama melarang ASN Kemenag menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan mudik Lebaran guna menjaga integritas fasilitas negara.
- Larangan ini sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021, mengingatkan ASN harus menjadi teladan etika penggunaan fasilitas pemerintah.
- Menteri juga mengajak tokoh agama memperkuat pesan damai dan persaudaraan saat berdekatan Nyepi, Idulfitri, serta Paskah.
Suara.com - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama tidak boleh menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran.
Larangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas serta memastikan fasilitas negara digunakan sesuai peruntukannya.
“ASN wajib menjaga integritas, profesionalitas, serta menggunakan fasilitas negara secara bertanggung jawab. ASN dilarang menyalahgunakan wewenang dan fasilitas jabatan untuk kepentingan pribadi,” tegas Nasaruddin dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Ia menekankan bahwa kendaraan dinas merupakan fasilitas negara yang disediakan untuk mendukung pelaksanaan tugas kedinasan, sehingga tidak boleh digunakan untuk keperluan pribadi, termasuk perjalanan mudik.
Meski begitu, ia menyebut sebagian ASN Kemenag tetap bertugas saat momentum Lebaran, misalnya untuk mendukung layanan keagamaan bagi masyarakat.
"Sebagian ASN Kemenag juga ada yang bertugas di momen lebaran, misal untuk mengawal Rumah Ibadah Ramah Pemudik. Selama menjalankan tugas, bisa gunakan fasilitas yang ada," sebutnya.
Larangan penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi tersebut juga sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang melarang ASN menyalahgunakan wewenang dan fasilitas jabatan.
Nasaruddin juga mengingatkan bahwa ASN memiliki peran sebagai teladan di masyarakat, terutama dalam menjaga etika dan akuntabilitas penggunaan fasilitas negara.
“ASN diharapkan memberi teladan dalam menjaga etika penggunaan fasilitas negara,” tandasnya.
Baca Juga: Dishub DKI: Puncak Arus Mudik Lebaran Jakarta Bisa Terjadi Dua Kali
Tokoh Agama Diminta Jaga Pesan Damai
Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin juga mengajak tokoh-tokoh agama untuk memperkuat pesan damai dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia menilai tahun ini menjadi momentum penting karena sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan, yakni Nyepi, Idulfitri, dan Paskah.
“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan setiap perayaan keagamaan memiliki pesan universal bagi kehidupan sosial masyarakat. Nyepi mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, Idulfitri menekankan saling memaafkan, sementara Paskah membawa pesan harapan dan kasih.
“Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG