News / Internasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:14 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan negaranya kini lebih kuat dari sebelumnya setelah hampir dua pekan perang bersama Amerika Serikat melawan Iran. (ig/b.netanyahu)
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan Israel lebih kuat setelah hampir dua pekan perang bersama Amerika Serikat melawan Iran.
  • Netanyahu mengklaim serangan berhasil menghantam fasilitas nuklir dan militer Iran, menewaskan ilmuwan serta merusak infrastruktur penting.
  • Netanyahu mendukung perubahan politik domestik Iran, sejalan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai masa depan Iran.

Suara.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan negaranya kini lebih kuat dari sebelumnya setelah hampir dua pekan perang bersama Amerika Serikat melawan Iran.

Pernyataan itu menjadi pidato pertama Netanyahu sejak konflik besar dengan Teheran pecah pada akhir Februari 2026.

Dalam konferensi pers, Netanyahu mengklaim serangan Israel berhasil menghantam program nuklir dan militer Iran.

Ia menyebut sejumlah ilmuwan nuklir Iran tewas dan fasilitas penting mengalami kerusakan berat.

“Iran tidak lagi sama seperti sebelumnya. Serangan kami mencegah mereka memindahkan proyek nuklir dan balistik ke bawah tanah,” kata Netanyahu dilansir dari Aljazeera.

Ia juga menyinggung kondisi politik di Iran setelah muncul pemimpin tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Netanyahu menyebut pemimpin tersebut tidak memiliki kendali penuh atas negara.

“Khamenei hanyalah boneka Garda Revolusi. Dia bahkan tidak berani tampil di depan publik,” ujarnya.

Netanyahu turut menyampaikan pesan kepada rakyat Iran yang sebelumnya turun ke jalan melakukan demonstrasi.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu Ngamuk Mau Bunuh Cucu Nabi Muhammad SAW

Ia mengatakan Israel mendukung perubahan dari dalam negeri Iran.

“Kami berdiri di pihak kalian. Tetapi pada akhirnya semua ada di tangan kalian sendiri,” ucapnya.

Pernyataan Netanyahu sejalan dengan sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya juga menyerukan rakyat Iran untuk melawan pemerintahnya.

Trump bahkan menyebut waktu kebebasan Iran sudah dekat dalam beberapa pidato terakhirnya.

Menurut Netanyahu, perang dengan Iran justru membuka peluang baru bagi Israel untuk memperkuat aliansi di kawasan Timur Tengah.

Ia menilai situasi saat ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Load More