-
Iran melancarkan serangan udara besar ke negara Teluk usai pidato perdana Mojtaba Khamenei.
-
Fasilitas minyak, bandara, dan pemukiman di negara-negara Arab menjadi sasaran utama rudal Iran.
-
Mojtaba Khamenei menuntut ganti rugi pada AS-Israel dan mengancam akan menutup Selat Hormuz.
Di sisi lain, kantor berita Oman mengonfirmasi jatuhnya sebuah pesawat tanpa awak di wilayah udara Kota Khasab.
Beruntung, insiden di Khasab tersebut dilaporkan tidak memicu adanya korban jiwa atau kerusakan bangunan yang berarti bagi warga.
Namun, Oman sebelumnya harus menghadapi kenyataan pahit terkait rusaknya tangki BBM di Pelabuhan Salalah akibat serangan serupa.
Kementerian Pertahanan Qatar juga turut bersuara mengenai pencegatan dua rudal balistik serta satu rudal jelajah yang sangat berbahaya.
Warga Qatar diminta untuk tetap berada di dalam hunian masing-masing demi meminimalkan risiko terkena serpihan rudal yang jatuh.
Uni Emirat Arab tidak luput dari sasaran dengan catatan keterlibatan militer terhadap 10 rudal balistik dan 26 drone.
Rentetan serangan udara masif ini menjadi penanda awal kepemimpinan Mojtaba Khamenei yang menggantikan mendiang ayahnya.
Sebagaimana diketahui, Ayatollah Ali Khamenei wafat pada akhir Februari lalu akibat serangan terencana dari pihak Amerika Serikat dan Israel.
Mojtaba Khamenei sendiri memberikan pidato perdananya melalui teks yang dibacakan di stasiun televisi nasional tanpa kehadiran fisik.
Baca Juga: Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
Absennya wajah Mojtaba di depan publik diduga berkaitan dengan luka serius yang dideritanya saat peristiwa serangan 28 Februari.
Berdasarkan informasi medis, ia mengalami cedera patah kaki serta beberapa luka robek pada bagian wajahnya yang cukup parah.
Dalam pesan tertulisnya, sang Pemimpin Tertinggi menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas kematian para pemimpinnya.
Mojtaba menegaskan akan membalas semua darah para syahid.
Ia juga menyerukan penutupan Selat Hormuz harus dilanjutkan.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa jalur perdagangan minyak dunia akan mengalami gangguan hebat dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
Terkini
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
PDIP Pasang Badan untuk Andrie Yunus, Guntur Romli: Teror Tak Bisa Matikan Sikap Kritis
-
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Timur Tengah Jika Infrastruktur Maritimnya Diserang
-
Kejagung Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kasus Perintangan Penyidikan CPO
-
Pidato Perdana Mojtaba Khamenei: Bersumpah Blokir Selat Hormuz
-
Disebut Sempat Hendak Disuap Yaqut Rp17 Miliar, Anggota Pansus Haji Terkejut: Saya Nggak Tahu
-
Transjakarta Pasang 'Mata-Mata' AI di 5 Ribu Bus Demi Cegah Sopir Microsleep
-
India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar
-
Israel Digempur Rudal Iran, Tujuan AS Perang Lawan Iran Kian Tidak Jelas
-
Belum Tahu soal Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras, Menko Yusril Langsung Koordinasi