- Iran mengancam akan menyerang semua pelabuhan Timur Tengah jika fasilitas maritim mereka diserang, disiarkan Rabu (11/3/2026).
- Ancaman ini merupakan respons Iran terhadap imbauan CENTCOM AS agar warga menjauhi pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
- Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak 2 Maret 2026 telah menyebabkan lonjakan harga minyak dan biaya logistik global.
Suara.com - Eskalasi ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel kembali mencapai titik kritis. Angkatan Bersenjata Iran secara terbuka mengancam akan menggempur seluruh pelabuhan di kawasan Timur Tengah apabila fasilitas pelabuhan mereka diserang dalam konfrontasi militer.
Peringatan keras tersebut disiarkan melalui stasiun televisi pemerintah Iran pada Rabu (11/3/2026). Mengutip keterangan seorang juru bicara militer Iran yang tidak disebutkan identitasnya, Teheran menegaskan tidak akan tinggal diam jika infrastruktur maritimnya diserang.
“Jika pelabuhan dan dermaga kami terancam, maka semua pelabuhan dan dermaga di wilayah tersebut akan menjadi target yang sah bagi kami,” tegas juru bicara tersebut, dikutip Jumat (13/3/2026).
Iran Siapkan Serangan Balasan Lebih Besar
Militer Iran juga mengultimatum bahwa respons balasan yang disiapkan dapat jauh lebih destruktif dibandingkan operasi sebelumnya.
Mereka menyatakan tidak akan ragu melancarkan “operasi yang lebih parah daripada yang telah kami lakukan sejauh ini” jika fasilitas pelabuhan Iran benar-benar diserang oleh pihak musuh.
Dalam kesempatan yang sama, militer Iran turut mendesak negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk mengambil sikap tegas dengan mengusir pasukan militer Amerika Serikat dari wilayah mereka.
Respons atas Peringatan CENTCOM
Ancaman dari Teheran tersebut diduga kuat sebagai respons terhadap pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Baca Juga: Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
Sebelumnya, CENTCOM mengimbau warga sipil untuk menjauhi area pelabuhan yang dikelola Iran di sepanjang perairan Selat Hormuz.
Peringatan itu dikeluarkan karena Washington menuding Iran telah menggunakan pelabuhan sipil sebagai kedok untuk menjalankan operasi militer terselubung.
Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Melonjak
Sejak 2 Maret 2026, Iran menyatakan menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal mana pun yang nekat melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari.
Blokade di jalur tersebut langsung memicu dampak ekonomi yang signifikan. Biaya logistik dan asuransi pelayaran melonjak tajam, sementara harga minyak mentah global ikut meroket.
Situasi ini juga memicu kekhawatiran luas terhadap potensi krisis energi dan guncangan ekonomi global jika ketegangan di kawasan terus meningkat.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap