- Diskusi JATAM pada 13/3/2026 mengungkap ancaman kekerasan terhadap perempuan di lingkar tambang Dairi dan Halmahera.
- Perempuan Dairi menolak PT DPM demi menyelamatkan sumber mata air dan kemandirian pangan desa mereka dari dampak lingkungan.
- Pejuang Halmahera, Rifya, dikriminalisasi setelah melakukan ritual dan bentrok fisik melawan ancaman perusahaan ekstraktif.
Bergeser ke Timur Indonesia, Rifya dari Sekolah Perempuan Pesisir Halmahera menceritakan bagaimana perlawanan warga Sagea, Maluku Utara, terhadap PT MAI dan PT Zhong Hai Rare Metal Mining melibatkan kekuatan spiritual dan fisik.
Rifya menceritakan momen emosional saat para ibu (mamak-mamak) melakukan ritual di Telaga Yonelo, sebuah area keramat yang kini terancam oleh aktivitas perusahaan.
"Sebelum kami turun ke lokasi aksi kami melakukan ritual tapi yang melakukan ritual itu mama-mama, mereka masuk ke dalam dan meminta kepada leluhur kepada penjaga tanah yang di Telaga Yonelo itu untuk membersamai kami," tutur Rifya.
Perlawanan fisik pun tak terelakkan. Rifya menceritakan keberaniannya masuk ke jalan hauling tambang (jalur khusus untuk truk besar) hingga terlibat bentrok demi melindungi warga lain.
"Saya sempat pukul polisi dan dari perusahaan Cina itu karena dia sempat menjepit Ibu Ela... saya marah, marah terus spontan memukul polisi dan ini dari Cina itu," ungkapnya dengan nada bergetar menahan tangis.
Namun, keberanian tersebut harus dibayar mahal. Rifya dan rekannya, Lasy, kini menghadapi ancaman hukum. Mereka dituding sebagai provokator di balik aksi massa yang berjilid-jilid.
"Saya dan Kak Lasy ditunjuk sebagai provokator... hanya saya sama Kak Lasy yang mendapatkan surat SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan), surat penyidikan katanya kami dalang dari aksi. Kami juga tidak tahu padahal kami belum tersangka tapi sudah ada surat tebusan langsung ke Kejaksaan," keluh Rifya.
Menanggapi kesaksian tersebut, Siti Maimunah (Mbak May) dari Badan Pengurus Jatam menekankan bahwa perempuan bukan sekadar korban, melainkan subjek yang memiliki agensi atau sikap mandiri untuk melawan.
"Perempuan itu dia korban tapi dia juga punya agensi, kita punya kemampuan dan kemampuan itu adalah bekal kita untuk tidak diam," tegas Siti Maimunah.
Baca Juga: Usai Lahan Disegel, Satgas PKH Mulai Hitung Denda Pelanggaran PT Mineral Trobos!
Diskusi ini menjadi pengingat bahwa dibalik angka-angka investasi pertambangan, ada ruang hidup perempuan yang dirampas, sumber air yang terancam, dan kriminalisasi yang terus membayangi mereka yang berani bersuara demi tanah kelahiran. (Dinda Pramesti K)
Berita Terkait
-
Usai Lahan Disegel, Satgas PKH Mulai Hitung Denda Pelanggaran PT Mineral Trobos!
-
Tak Hanya Tambang, Aktivitas Emiten AMMN Kontribusi Rp 173 Triliun ke PDB
-
PDIP Soroti 800 Lubang Tambang Terbengkalai di Kalsel, Sudah Telan 20 Korban Jiwa
-
Pemerintah Diminta Jelaskan Status Tambang Emas Martabe
-
Kronologi Situs Megalit 1.000 Tahun di Poso Rusak Parah Akibat Aktivitas Tambang
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari
-
Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini
-
Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran