- Anggota Komisi III DPR RI, Mercy Barends, menyoroti lebih dari 800 lubang tambang yang belum direklamasi di Kalimantan Selatan.
- Tercatat 20 korban jiwa hingga tahun 2026 akibat lubang tambang terbuka yang mengancam keselamatan masyarakat setempat.
- Pemerintah didesak membuat peta jalan jelas untuk penutupan tambang dan menindak tegas korporasi yang melanggar aturan.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Mercy Barends, menyoroti keberadaan ratusan lubang tambang yang belum direklamasi di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena telah menimbulkan korban jiwa di masyarakat.
Berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), terdapat lebih dari 800 lubang tambang yang belum ditutup di wilayah tersebut.
“Hingga tahun 2026 tercatat sekitar 20 korban meninggal dunia, baik anak-anak maupun orang dewasa akibat lubang tambang yang terbiarkan,” kata Mercy Barends kepada wartawan, Selasa (10/3).
Mercy menilai kondisi itu menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pascatambang.
Ia menegaskan pemerintah perlu menyusun road map yang jelas untuk penutupan lubang tambang serta penataan area pertambangan agar tidak membahayakan warga.
“Walaupun sudah ada pemasangan plang peringatan, itu tidak cukup. Area tambang harus diperjelas buffer zone-nya sehingga orang tidak keluar masuk seenaknya di lingkungan pertambangan,” ujarnya.
Politikus PDIP tersebut menekankan bahwa aktivitas pertambangan tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.
“Pertambangan boleh berjalan, tetapi harus sesuai aturan main dan semua pihak terkait, termasuk korporasi, harus ditindak tegas jika melanggar,” katanya.
Baca Juga: Bukan Cuma Mobil Dinas Rp8,5 M, Anggaran Tim Ahli Gubernur Kaltim Juga Tembus Rp10,5 M
Mercy juga menyinggung adanya dugaan oknum pejabat yang melindungi praktik tambang ilegal. Ia menilai hal tersebut memperburuk penanganan pascatambang yang seharusnya menjadi prioritas.
“Ada oknum pejabat yang ikut melakukan backup terhadap illegal mining. Penanganan pascatambang harus dilakukan sesuai prinsip pertambangan berkelanjutan atau sustainable mining agar dampak lingkungan dan risiko keselamatan masyarakat bisa diminimalisasi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Mobil Dinas Rp8,5 M, Anggaran Tim Ahli Gubernur Kaltim Juga Tembus Rp10,5 M
-
Ananda Emira Moeis Anaknya Siapa? Gaya Bicaranya Saat Wawancara Viral di X
-
Eks Kader PDIP Nina Agustina Resmi Gabung PSI, Perkuat Basis di Jawa Barat
-
Habiburokhman Ungkap Alasan Kuat Program MBG Masuk Pos Pendidikan: Siswa Adalah Bagian Terpenting
-
Musdalifah Cosplay Jadi Istri Gubernur Kaltim: Bangsawan Beli Takjil
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?
-
Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya
-
4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump
-
Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia
-
Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
-
BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan
-
Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?
-
Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit