- Ketua AMMP, Paijo Parikesit, mendesak KPK transparan ungkap dugaan mafia cukai rokok ilegal di Jawa Timur.
- Peredaran rokok ilegal dikategorikan kejahatan ekonomi serius merugikan penerimaan negara dan tata kelola industri.
- AMMP telah menyerahkan beberapa nama terduga dari berbagai PR kepada KPK untuk ditindaklanjuti.
Suara.com - Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Merah Putih (AMMP), Paijo Parikesit, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikap transparan dalam mengungkap dugaan mafia cukai rokok ilegal di Jawa Timur.
Ia menilai praktik tersebut telah merugikan negara dalam jumlah besar karena hilangnya potensi penerimaan dari sektor cukai dan pajak.
Menurut Paijo, peredaran rokok ilegal tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran administratif semata, melainkan kejahatan ekonomi serius yang berdampak langsung terhadap keuangan negara dan tata kelola industri tembakau nasional.
“Perdagangan rokok ilegal merupakan kejahatan serius yang merugikan penerimaan negara dari sektor cukai dan pajak,"
"Selain itu, praktik ini juga merusak tata kelola industri tembakau yang seharusnya berjalan secara sehat dan adil. Karena itu, kami mendukung penuh KPK untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya,” ujar Paijo kepada media, Sabtu (14/3).
Ia menilai maraknya peredaran rokok ilegal menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan, bahkan berpotensi melibatkan jaringan yang lebih luas.
Karena itu, AMMP meminta proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, menyeluruh, dan tanpa tebang pilih.
“Kami meminta KPK membuka proses penanganan kasus ini secara transparan kepada publik. Transparansi sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemberantasan korupsi di Indonesia,” tegasnya.
Sebagai bagian dari masyarakat sipil, AMMP menyatakan akan terus mengawal proses penegakan hukum terhadap berbagai praktik yang merugikan negara, termasuk perdagangan rokok ilegal yang diduga melibatkan sejumlah pihak.
Baca Juga: Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas
Sebelumnya, AMMP telah menyerahkan sejumlah nama yang diduga terkait peredaran rokok ilegal kepada KPK untuk ditelusuri lebih lanjut.
Nama-nama tersebut antara lain Khairul Umam (Haji Her) dari Bawang Mas Group, Haji Mukmin dari PR Bahagia, Sulaiman dari PR Gudang Baru Berkah, Baidi dari PR Baidi Jaya, serta Bambang dari PR Rindang.
“Kami berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan ini secara serius dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan perdagangan dan cukai rokok ilegal, khususnya di wilayah Jawa Timur,” pungkas Paijo.
Berita Terkait
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Cilacap
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Diduga Terkait Penerimaan dari Sejumlah Proyek
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!